187 Rangka, 1.660 Anakan Hasil Transplantasi Karang Dipelihara di Pulau Tinabo

Resor Tinabo – Taman Nasional Taka Bonerate (Selasa, 07 April 2020). Pemeliharaan hasil transplantasi karang di SPTN Wil I Tarupa, 23 sd 29 Maret 2020.

Sebagai bentuk keberlanjutan program pemulihan ekosistem terumbu karang maka dilakukan pemeliharaan hasil transplantasi karang, pemeliharaan dilakukan untuk mengganti/menyulam anakan karang yang mati atau pertumbuhannya tidak optimal, melakukan penataan rangka/substrat yang terbalik atau berpindah tempat, pematokan rangka terluar dan terlemah, tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan persentase tumbuh anakan karang sebagaimana Jipriandi et al.,2010 dalam KKP 2010 bahwa “Pemeliharaan anakan karang dilakukan untuk menjaga kondisi anakan dirak/meja transplantasi sehingga dapat mengurangi angka kematian dan menjaga laju pertumbuhan optimal”.

Lebih lanjut Raduan, SH; ketua tim selaku KSPTN I Tarupa mengatakan, “Upaya pemeliharaan terhadap hasil transplantasi karang metode kerangka besi dengan model jaring laba-laba harus terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan disemua lokasi SPTN I, hal ini sebagai bentuk nyata dalam mempertahankan fungsi ekologis Taman Nasional Taka Bonerate dan edukasi/pembelajaran lingkungan bagi masyarakat kawasan”.

Pemeliharaan hasil transplantasi karang dilakukan oleh tim teknis dan tenaga lapangan TN. Taka Bonerate di Pulau Tinabo Besar. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut telah terpelihara substrat rangka laba-laba sebanyak 187 buah dan dilakukan penyulaman sebanyak 1.660 anakan karang.

Sebelumnya, Saleh Rahman (koordinator fungsional PEH) mengatakan bahwa secara umum transplantasi karang dapat dikatakan berhasil apabila transplantasi tersebut dapat mencapai tujuannya, dan tidak merusak habitat terumbu karang dan ekosistemnya serta pengamplikasian metodenya di lapangan mudah dilakukan oleh petugas dan masyarakat.

(Sumber teks Asri – PEH Balai TN Taka Bonerate, Foto : Saleh Rahman – PEH SPTN Wil.I Tarupa)