27 Titik Pemantauan, Ini Hasil Giat Pemantauan Pemutihan Karang SPTN Wilayah II Jinato

Resor Jinato – Taman Nasional Taka Bonerate (Kamis, 16 April 2020). Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu ekosistem rentan yang menghadapi banyak ancaman serius salah satunya adalah pemutihan karang (coral bleaching). Pemutihan karang dapat disebabkan perubahan kondisi lingkungan khususnya suhu, penyinaran matahari secara berlebihan, infeksi bakteri, penyakit karang, dan tekanan dari lingkungan. Peningkatan suhu dapat menyebabkan karang menjadi stress, sehingga sangat rentan mengalami kematian apabila tidak memiliki ketahanan dan kelentingan untuk dapat melewati masa tersebut dan kembali ke kondisi semula. Periode panas yang diduga menyebabkan pemutihan karang diprediksi terjadi antara periode April-Juli (http://coralreefwatch.noaa.gov/vs/map.php).

Pentingnya data dan informasi terkait ada tidaknya terjadi pemutihan karang untuk pengambilan kebijakan pengelolaan dan upaya tanggap konservasi terumbu karang yang lebih adaptif. Sehingga, kerusakan karang akibat hal tersebut bisa diminimalisir. Maka sesuai prediksi terjadinya periode panas, petugas teknis dan petugas lapang SPTN Wil. II Jinato melakukan pemantauan pemutihan karang pada tanggal 6 hingga 21 April 2020.

Lokasi pemantauan meliputi wilayah kerja SPTN II Jinato, dengan perwakilan 3 lokasi di masing-masing resor. Lokasi tersebut yakni Perairan Jinato, Perairan Lantigiang, dan Taka Kayu Bulan Barat di wilayah Resor Jinato, Taka Malori, Taka Bajang Pogo, Taka Kumai di wilayah Resor Pasitallu Tengah, Taka Selo, Taka Gamma, dan Taka Taburi di wilayah Resor Pasitallu Timur. Total ada 27 titik pemantauan dengan jumlah titik per lokasi amatan disesuaikan dengan luas hamparan karangnya. Hasil sementara dari pemantauan yang dilakukan diketahui tidak terjadi pemutihan karang secara massal akibat perubahan suhu lautan di seluruh wilayah amatan. Pemutihan yang terjadi terbilang kecil dibandingkan luasan karang yang ada. Selain itu, penyebab pemutihan juga diduga karena adanya penyakit maupun predasi pada karang.

“Metode yang digunakan adalah survey cepat dengan snorkeling dan menyelam, dan alhamdulilah 27 titik amatan yang kami survey tingkat pemutihannya kurang dari 25% atau kategori sedikit memutih,” Jelas Andi Rezki Mutmainnah PEH sekaligus penyelam perempuan di SPTN Wil. II Jinato.

Kepala SPTN Wilayah II Jinato Nur Aisyah Amnur yang juga ikut terjun langsung melakukan pemantauan mengatakan bahwa, “pemantauan pemutihan karang ini dilakukan sebagai salah satu upaya konservasi ekosistem terumbu karang. Dengan mengetahui kondisi terkini, kita bisa bersiap untuk menghadapi periode panas dan ancaman pemutihan karang.”

Lebih lanjut beliau mengatakan, “Kedepan kegiatan ini perlu dilakukan secara berkala dan berkelanjutan sehingga bisa diperoleh data series yang lebih akurat dalam menggambarkan kondisi pemutihan karang dan dampaknya di seluruh wilayah SPTN Wil. II Jinato.”

( Sumber Teks & Foto : Asri – PEH & Andi Rezki Mutmainnah – PEH )