Zonasi

Peta Zonasi TN Taka BonerateTaman Nasional (TN) Taka Bonerate merupakan kawasan pelestarian alam yang secara geografis terletak di Laut Flores pada 06° 17’ 15” – 07° 06’ 45” LS dan 120° 53’ 30” – 121° 25’ 00” BT. Kawasan ini ditetapkan sebagai TN Laut Taka Bonerate dengan SK Menteri Kehutanan Nomor 92/KPTS-II/2001 tanggal 15 Maret 2001 dengan luas kawasan 530.765 Ha. merupakan karang atoll terbesar ketiga di dunia (luasan mencapai 220.000 Ha) setelah Atol Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Atol Suvadiva di Maldive, serta memiliki keanekaragaman biota laut yang tinggi dan habitat bagi berbagai spesies satwa laut yang langka dan dilindungi.

Secara administratif kawasan TN Taka Bonerate berada dalam wilayah Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar. Secara fisik kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, disebelah Utara berbatasan dengan Sulawesi Selatan, sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda, sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Flores, dan sebelah Barat berbatasan dengan Laut Jawa.

Pengelolaan kawasan TN Taka Bonerate dilaksanakan dengan sistem zonasi. Penetapan zonasi dalam kawasan TN Taka Bonerate didasarkan pada Keputusan Direktorat Jenderal PHKA Nomor: SK. 150/IV-SET/2012 tanggal 17 September 2012 tentang Zonasi Taman Nasional Taka Bonerate. Zonasi dalam kawasan TN Taka Bonerate terdiri dari 4 zona yaitu Zona Inti (8.341 Ha), Zona Perlindungan Bahari (21.188 Ha), Zona Pemanfaatan (500.879 Ha) dan Zona Khusus (357 Ha).

 

1. Zona Inti (Core Zone)

Bagian taman nasional yang mempunyai kondisi alam baik biota ataufisiknya masih asli dan tidak atau belum diganggu oleh manusia yang mutlak dilindungi,berfungsi untuk perlindungan keterwakilankeanekaragaman hayati yang asli dan khas.

1. Deskripsi

  • Memiliki tipe ekosistem khas sebagai keterwakilan tipe ekosistem taman nasional,serta memiliki keanekaragaman jenis flora, fauna yang tinggi, endemik, langka,terancam punah dan dilindungi.
  • Memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, gejala alam, serta fenomena alam.

2. Tujuan Penetapan

Untuk memberikan perlindungan mutlak terhadap :

  • Flora dan fauna penting, endemik, langka, terancam punah, peka dan dilindungiterhadap berbagai bentuk gangguan/kerusakan;
  • Ekosistem khas yang merupakan contoh keterwakilan ekosistem dari suatu wilayah;
  • Keanekaragaman hayati yang tinggi.

3. Fungsi dan Peruntukan

Zona Inti berfungsi dan diperuntukan bagi:

  • Perlindungan ekosistem, pengawetan flora dan fauna khas beserta habitatnya yangpeka terhadap gangguan dan perubahan;
  • Sumber plasma nutfah dari jenis tumbuhan dan satwa liar,
  • Untuk kepentinganpenelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya.

4.  Kriteria Zona Inti adalah:

  • Bagian taman nasional yang mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwabeserta ekosistemnya;
  • Mewakili formasi biota tertentu dan atau unit-unit penyusunnya yang merupakan ciri khas ekosistem dalam kawasan taman nasional yang kondisi fisiknya masih asli danbelum diganggu oleh manusia;
  • Mempunyai kondisi alam, baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak ataubelum diganggu manusia;
  • Mempunyai luasan yang cukup dan bentuk tertentu yang cukup untuk menjaminkelangsungan hidup jenis-jenis tertentu untuk menunjang pengelolaan yang efektifdan menjamin berlangsungnya proses ekologis secara alami;
  • Mempunyai ciri khas potensinya dan dapat merupakan contoh yang keberadaannyamemerlukan upaya konservasi;
  • Mempunyai komunitas tumbuhan dan atau satwa liar beserta ekosistemnya yanglangka yang keberadaannya terancam punah;
  • Merupakan habitat satwa dan atau tumbuhan tertentu yang prioritas dankhas/endemik;
  • Merupakan tempat aktivitas satwa migran.
  • Batas terluar Zona Inti adalah 0,5 mil dari tubir terluar.

5. Ketentuan aturan

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam Zona Inti meliputi:

  • Perlindungan dan pengamanan;
  • Inventarisasi dan monitoring sumberdaya alam hayati denganekosistemnya;
  • Penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan, pendidikan (ijin);
  • Dapat dibangun sarana dan prasarana tidak permanen dan terbatas untuk kegiatanpenelitian dan pengelolaan.

Kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dilakukan dalam Zona Inti meliputi:

  • Pengambilan sumber daya alam baik menggunakan alat tangkap maupun tidak menggunakan alat tangkap.
  • Budidaya.
  • Berlayar melintas dan berlabuh.
  • Aktifitas wisata.
  • Pengambilan batu karang dan biota laut yang dilindungi.
  • Upacara adat/ ritual agama, situs sejarah dan budaya.

6. Potensi Sumber Daya Penting

Zona IntiTN Taka Bonerate mutlak dilindungi dan tertutup dari berbagai macam aktifitas manusia untuk menjaga keutuhan dan kelestarian ekosistem asli dan fungsi ekologis.  Zona Inti meliputi :

  • Perairan Pulau Tinabo Kecil merupakan perlindungan terhadap biota laut dan kondisi ekosistem terumbu karang yang masih asli;
  • Perairan Pulau Tinanja, Perairan Pulau Latondu Kecil, Perairan Taka Balalong Timur, Perairan Taka Kumai Barat merupakan perlindungan ekosistem terumbu karang;
  • Pulau Ampalassa merupakan lokasi perlindungan terhadap penyu dan lamun.

7. Letak Geografis/lokasi

Luas keseluruhan Zona Inti sebesar 8.341 Ha meliputi wilayah :

  • Perairan dan daratan Pulau Tinabo Kecil,  secara geografis terletak pada 121°3’57,643”BT – 121°5’31,872” BT dan 6°33’17,039”LS – 6°35’4,947”LS
  • Perairan dan daratan Pulau Tinanja,secara geografis terletak pada 121°9’30,975”BT – 121°11’8,942” BT  dan 6°31’54,57”LS – 6°34’25,265”LS
  • Perairan dan daratan Pulau Ampalassa, secara geografis terletak pada 121°16’17,003”BT – 121°17’55,01” BT dan 6°54’18,958”LS – 6°56’24,927”LS
  • Perairan dan daratan Pulau Latondu Kecil, secara geografis terletak pada 120°54’48,872”BT-120°58’15,605” BT dan 6°29’18,856”LS – 6°33’23,411”LS
  • Perairan Taka Balalong Timur dan Perairan Taka Kumai Barat, secara geografis terletak pada121°7’5,334”BT -121°10’35,664” BT dan 6°50’31,541”LS – 6°53’40,128”LS

 

2. Zona Perlindungan Bahari (No Take Zone),

Bagian taman nasional yang karena letak,kondisi dan potensinya mampu mendukung kepentingan pelestarian pada Zona Inti dan Zona Pemanfaatan.

1. Deskripsi

Zona Perlindungan Baharimerupakan zona yang memerlukan perlindungan danpelestarian. Proses alami tetap menjadi prioritas, namun kegiatan manusia dalam batas-batastertentu masih diperkenankan seperti rekreasi dan pariwisata alam. Dalam zona inijuga diperkenankan adanya kegiatan pembinaan habitat, pembinaan populasi, danrehabilitasi.

2. Tujuan Penetapan

  • Memberikan perlindungan dan pelestarian terhadap ekosistem, flora, fauna danhabitatnya serta daerah jelajah berbagai jenis satwa liar/biota laut, gejala alam,fenomena alam.
  • Pemanfaatan atas potensi sumber daya alam dan lingkungan alam untuk kegiatanpenelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, pemantauan, pendidikan lingkungan dan konservasi alam, menunjang budidaya, budaya serta pariwisata alam secaraterbatas.

3. Fungsi dan Peruntukan

  • Kegiatan pengawetan dan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan alam bagikepentingan penelitian, pendidikan konservasi, wisata terbatas, habitat satwa migran dan menunjang budidaya.
  • Mendukung Zona Inti.

4. Kriteria

  • Kawasan yang merupakan habitat atau daerah jelajah untuk melindungi danmendukung upaya perkembangbiakan dari jenis satwa liar;
  • Memiliki ekosistem dan atau keanekaragaman jenis yang mampu menyanggapelestarian Zona Inti dan Zona Pemanfaatan;
  • Merupakan tempat kehidupan bagi jenis satwa migran;
  • Untuk melindungi Zona Inti minimal 0,5 mil dari Zona Inti.Jika batasan garis terluar berada diantara 2 taka maka batas terluarnya setengah dari jarak kedua taka tersebut.

5. Ketentuan aturan

Kegiatan-kegiatan yang boleh dilakukan dalam Zona Perlindungan Bahari meliputi:

  • Perlindungan dan pengamanan oleh Balai TN dan pihak terkait lainnya;
  • Inventarisasi dan monitoring sumberdaya alam hayati dengan ekosistemnya;
  • Pengembangan penelitian dan pendidikan (ijin);
  • Wisata alam terbatas (ijin);
  • Pemanfaatan jasalingkungan;
  • Kegiatan penunjang budidaya;
  • Pembinaan habitat dan populasi dalam rangka meningkatkan keberadaan populasihidupan liar;
  • Pembangunan sarana dan prasarana sepanjang untuk kepentingan penelitian,pendidikan, dan wisata alam terbatas;
  • Alur lalu-lintas transportasi kapal nelayan dalam kawasan (hanya melintas, dilarang berhenti).

Kegiatan-kegiatan yang tidak boleh dilakukan dalam Zona Perlindungan Bahari meliputi:

  • Pengambilan sumber daya alam menggunakan alat tangkap maupun tidak menggunakan alat tangkap.
  • Budidaya.
  • Berlabuh.
  • Pengambilan batu karang dan biota laut yang dilindungi.

6. Potensi Sumber Daya Penting

Zona Perlindungan Bahari memiliki potensi dan keterwakilan sumberdayaalam penting yaitu ekosistem terumbu karang, ekosistem lamun, daerah pemijahan ikan, lokasi makan penyu, keberadaan tumbuhan santigi (Phempis acidula), yang harus dilindungi untuk menjaga keutuhan dan kelestarianketerwakilan ekosistem asli dan fungsi ekologisnya serta mendukung Zona Inti.

7. Letak Geografis/Lokasi

Secara keseluruhan luas Zona Perlindungan Bahari sebesar 21.188 Ha meliputi wilayah:

  • Perairan Pulau Latondu Besar (diluar Zona Pemanfaatan), secara geografis terletak pada120°58’6,006”BT – 121°0’59,786” BT dan 6°28’47,669”LS – 6°31’13,78”LS
  • Perairan Pulau Latondu kecil (diluar Zona Inti), secara geografis terletak pada120°54’18,281”BT – 120°58’46,103”BT dan 6°28’48,239”LS – 6°33’52,814”LS
  • Perairan Pulau Tinabo Besar (diluar Zona Pemanfaatan), secara geografis terletak pada121°5’24,167”BT – 121°7’11,724”BT dan 6°33’5,947”LS – 6°35’28,004”LS
  • Perairan Pulau Tinabo Kecil (diluar Zona Inti), secara geografis terletak pada121°3’39,916”BT – 121°5’41,638”BT dan 6°32’46,439”LS – 6°35’24,666”LS
  • Perairan Bungin Tinabo, secara geografis terletak pada121°2’42,589”BT – 121°3’47,86” BT dan 6°33’38,024”LS – 6°35’14,375”LS
  • Perairan Pulau Tinanja (diluar Zona Inti), secara geografis terletak pada121°9’1,275”BT – 121°11’39,03” BT dan 6°31’25,379”LS – 6°34’54,92”LS
  • Perairan Taka Lasalimu, secara geografis terletak pada121°10’16,402”BT – 1nm21°12’1,897” BT dan 6°34’24,115”LS – 6°36’4,407”LS
  • Perairan Pulau Lantigiang dan Taka Lantigiang, secara geografis terletak pada 120°56’47,116”BT – 120°59’36,194” BT dan 6°39’26,871”LS – 6°43’20,934”LS
  • Perairan Pulau Ampalassa (diluar Zona Inti), secara geografis terletak pada 121°15’46,931”BT – 121°18’0,95” BT dan 6°53’48,281”LS – 6°56’54,41”LS
  • Perairan Taka Balanda, secara geografis terletak pada121°17’17,029”BT – 121°20’19,052” BT dan 6°51’46,309”LS – 6°56’58,855”LS
  • Perairan Pulau Tambuna Besar, secara geografis terletak pada 121°12’1,826”BT – 121°14’9,77” BT dan 6°59’9,972”LS – 7°1’34,18”LS
  • Perairan dan Pulau Pasitallu Barat, secara geografis terletak pada 121°2’49,162”BT – 121°4’44,985” BT dan 7°1’25,638”LS – 7°3’47,009”LS
  • Perairan Taka Balalong (diluar Zona Inti), dan Perairan Taka Kumai (diluar Zona Inti), secara geografis terletak pada121°6’35,185”BT – 121°11’5,481” BT dan 6°48’36,487”LS – 6°54’11,004”LS

 

3. Zona Pemanfaatan(USING ZONE)

Bagian taman nasional yang karena letak, kondisi dan potensi alamnya ruang ini dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata alam dan kondisi/jasa lingkungan lainnya, serta untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

  1. Deskripsi

Merupakan zona yang memiliki potensi sumber daya alam yang menarik yang secara fisik dan biologi memungkinkan dilakukan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana fisik bagi akomodasi pariwisata alam dan pengelolaan taman nasional. Zona ini merupakan pusat rekreasi dan kunjungan pariwisata alam. Lokasinya berdekatan dengan daerah pemukiman dan mudah dijangkau/aksesibilitas mudah, sehingga pengembangannya dapat memberikan dampak keuntungan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Zona ini juga merupakan zona taman nasional yang didalamnya terdapat kegiatan masyarakat yang secara tradisional memanfaatkan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

  1. Tujuan Penetapan

Penetapan zona ini bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya alam dan ekosistem taman nasional dalam bentuk jasa lingkungan berupa fenomena alam dan keindahan alam bagi pengembangan pariwisata dan rekreasi, pembangunan sarana dan prasarana pariwisata alam serta menunjang peran serta masyarakat secara aktif dalam pelayanan jasa pariwisata alam dan mendorong pengembangan ekonomi masyarakat juga daerah dari jasa pariwisata alam.

Penetapan zona ini juga untuk mengakomodasi pemanfaatan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya secara tradisional oleh masyarakat yang biasanya menggantungkan hidupnya pada sumberdaya alam lautuntuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Penetapan zona ini dilakukan  guan mencegah kemungkinan terjadinya pemanfaatan yang dapat merusak serta untuk mempertahankan hubungan interaksi (saling ketergantungan) masyarakat terhadap potensi alam Taman Nasional, sehingga timbul rasa memiliki taman nasional. Masyarakat yang diakomodir dalam hal ini adalah masyarakat dalam kawasan, masyarakat sekitar kawasan dan masyarakat umum.

  1. Fungsi dan Peruntukan

Zona Pemanfaatan berfungsi untuk:

  • Pengembangan pariwisata alam dan rekreasi, jasa lingkungan, pendidikan dan penelitian.
  • Pemanfaatan potensi sumberdaya alam tertentu dalam kawasan TN Taka Bonerate oleh masyarakat secara lestari melalui pengaturan pemanfaatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dan peningkatan kesejahteraan.
  • Pengembangan yang menunjang upaya pemanfaatan.
  • Kegiatan penunjang budidaya.

Zona Pemanfaatan diperuntukkan bagi:

  • Masyarakat yang melakukan kegiatan pariwisata;
  • Masyarakat dalam kawasan;
  • Masyarakat sekitar kawasan; dan
  • Masyarakat umum.

4. Kriteria

Kriteria Zona Pemanfaatan meliputi:

  • Mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan, satwa atau berupa formasi ekosistem tertentu serta formasi geologinya yang indah dan unik;
  • Mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin kelestarian potensi dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam;
  • Kondisi lingkungan yang mendukung pemanfaatan jasa lingkungan, pengembangan pariwisata alam, penelitian dan pendidikan;
  • Merupakan wilayah yang memungkinkan dibangunnya sarana prasarana bagi kegiatan pemanfaatan jasa lingkungan, pariwisata alam, rekreasi, penelitian dan pendidikan;
  • Adanya potensi dan kondisi sumber daya alam hayati tertentu yang telah dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat dalam kawasan, masyarakat sekitar kawasan serta masyarakat umum guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Wilayah perairan tersebut terdapat potensi dan kondisi sumber daya alam hayati tertentu yang telah dimanfaatkan melalui kegiatan pengambilan, pengembangbiakan, perbanyakan dan pembesaran oleh masyarakat dalam kawasan, masyarakat sekitar kawasan serta masyarakat umum guna memenuhi kebutuhan hidupnya dan peningkatan kesejahteraan.
  • Batas terluar Zona Pemanfaatan adalah 100 m dari gugusan taka terluar.

5. Ketentuan Aturan

Kegiatan-kegiatan yang boleh dilakukan dalam Zona Pemanfaatanmeliputi:

  • Perlindungan dan pengamanan oleh Balai TN dan pihak terkait lainnya;
  • Inventarisasi dan monitoring sumberdaya alam hayati dengan ekosistemnya;
  • Pemanfaatan potensi dan kondisi sumberdaya alam oleh masyarakat sesuai dengan kesepakatan dan ketentuan yang berlaku baik dalam UU No.5/90, UU No.31/2004, UU No.45/2009, PP No. 7/1999, Permen Kelautan dan Perikanan No. PER.2/MEN/2011.
  • Penelitian (ijin);
  • Pengembangan pendidikan dan penunjang budidaya;
  • Pengembangan potensi dan daya tarik wisata alam;
  • Pembinaan habitat dan populasi;
  • Pengusahaan pariwisata alam dan pemanfatan kondisi/jasa lingkungan;
  • Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan, penelitian, pendidikan, wisata alam dan pemanfatan kondisi/ jasa lingkungan;
  • Restorasi/ pemulihan sumber daya;
  • Alur lalu-lintas transportasi dalam kawasan.

Kegiatan-kegiatan yang tidak boleh dilakukan dalam Zona Pemanfaatanmeliputi:

  • Pengambilan batu karang dan biota laut yang dilindungi.
  • Pengambilan sumber daya alam dengan menggunakan kompresor.
  1. Potensi Sumber Daya Penting

Zona Pemanfaatanmemiliki kekayaan sumberdaya alam laut berupa ikan karang, ikan pelagis dan biota laut ekonomis lainnya yang dapat dikembangkan untuk usaha perikanan karang dan perikanan tangkap laut dalam bagi masyarakat pemanfaat berdasarkan ketentuan yang berlaku.Zona ini juga memiliki potensi dan keterwakilan sumberdaya alam laut yang penting yang dapat dijadikan obyek daya tarik wisata alam dan pemanfaatan jasa lingkungan lainnya.

  1. Letak Geografis/lokasi

Secara keseluruhan luas Zona Pemanfaatansebesar 500.879 Ha yang terbagi atas:

  1. Zona Pemanfaatan yang diperuntukkan bagi masyarakat dalam kawasan TN Taka Bonerate untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari meliputi seluruh wilayah yang termasuk dalam zona ini (kecuali Zona Inti, Zona Perlindungan Bahari dan Zona Khusus).Selain itu terdapat lokasi-lokasi tertentu yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar kawasan dan masyarakat umum.Aktivitas wisata dapat dilakukan di seluruh zona ini.
  2. Zona Pemanfaatan yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar kawasan TN Taka Bonerate dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seluas 14.013 Ha yang meliputi: Taka Sepe, Taka Teros, Perairan antara Taka Sepe dan Taka Teros, Taka Bubbe, Perairan antara Taka Teros dan Taka Bubbe, Taka Mattongkoang, Perairan antara Taka Bubbe dan Taka Mattongkoang, Taka Subu, Taka Tobajo, Perairan antara Taka Tobajo dan Taka Mattongkoang, Perairan antara Taka Tobajo dan Taka Teros, Taka Takere. Secara geografis terletak pada 121°2’5,988”BT – 121°16’6,984” BT dan 6°40’18,461”LS – 6°48’31,813”LS.
  3. Zona Pemanfaatan yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, meliputi wilayah perairan laut dalam (>200 m) seluas 309.089 Ha. Secara geografis terletak pada 120°55’00”BT – 121°25’00” BT dan 6°20’00”LS – 7°10’00”LS
  4. Zona Pemanfaatan yang diperuntukkan bagi aktivitas wisata, seluas 4.707 Ha yang meliputi Perairan dan Pulau Tinabo Besar, Perairan Taka Gantarang dan Perairan Pulau Jinato sebelah Selatan. Dalam wilayah ini tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan pemanfaatan/pengambilan sumberdaya alam yang terdapat didalamnya.

 

4. Zona Khusus (Zone)

Merupakan wilayah daratan berupa pulau-pulau berpenduduk, yang tinggal sebelum wilayah tersebutditetapkan sebagai taman nasional, termasuk sarana penunjang kehidupannya antara lain sarana telekomunikasi, fasilitas transportasidan listrik.

Secara keseluruhan luas zonaKhusus sekitar 357 Ha. Cakupan Zona Khusus meliputi:

  • Pulau Rajuni Besar, secara geografis terletak pada121°1’13,706”BT – 121°1’33,355” BT dan 6°33’51,091”LS – 6°34’57,83”LS
  • Pulau Rajuni Kecil, secara geografis terletak pada 120°59’45,745”BT – 120°59’59,786” BT dan 6°31’51,596”LS – 6°32’47,502”LS
  • Pulau Latondu, secara geografis terletak pada 120°58’43,517”BT – 121°0’5,204” BT dan 6°29’39,625”LS – 6°30’20,791”LS
  • Pulau Tarupa, secara geografis terletak pada 121°7’51,394”BT – 121°8’10,25” BT dan 6°29’20,939”LS – 6°29’51,756”LS
  • Pulau Jinato, secara geografis terletak pada120°58’1,134”BT – 120°58’19,693” BT dan 6°45’1,314”LS – 6°46’5,75”LS
  • Pulau Pasitallu Timur, secara geografis terletak pada 121°7’12,435”BT – 121°7’24,701” BT dan 7°4’8,177”LS – 7°4’51,265”LS
  • Pulau Pasitallu Tengah, secara geografis terletak pada 121°5’39,909”BT – 121°6’1,747”BT dan 7°3’29,02”LS – 7°4’6,369”LS.