Tutupan Lamun di Perairan Pulau PasitalluTimur

Padang lamun adalah ekosistem khas laut dangkal di perairan hangat dengan dasar pasir dan didominasi tumbuhan lamun, sekelompok tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang beradaptasi di air asin.

Padang lamun hanya dapat terbentuk pada perairan laut dangkal (kurang dari tiga meter) namun dasarnya tidak pernah terbuka dari perairan (selalu tergenang). Ia dapat dianggap sebagai bagian dari ekosistem mangrove, walaupun padang lamun dapat berdiri sendiri. Padang lamun juga dapat dilihat sebagai ekosistem antara ekosostem mangrove dan terumbu karang.

Padang lamun memiliki peranan ekologis yang sangat penting, yaitu sebagai tempat asuhan, tempat berlindung, tempat mencari makan, tempat tinggal atau tempat migrasi berbagai jenis hewan. Beberapa jenis di antara hewan tersebut bernilai ekonomi tinggi. Uraian di atas menunjukkan bahwa padang lamun memiliki peranan yang sangat penting. Namun demikian informasi mengenai lamun di Indonesia masih sangat kurang. Di Indonesia, pengetahuan mengenai zonasi lamun dan hewan invertebrata makrobentik yang berkoeksistensi, masih sangat kurang memadai jika mengingat bahwa Indonesia memiliki padang lamun yang luasnya beribu-ribu kilometer persegi.

Demikian juga di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate informasi tentang lamun masih sangat minim. Inventarisasi Potensi Padang Lamun di Taman Nasional Taka Bonerate dilakukan guna mengetahui keberadaan dan kondisi ekosistem lamun. Lamun bisa menjadi sumber bahan pakan bagi ikan seperti ikan duyung (Dugongdugon)..

Kegiatan Inventarisasi Lamun dilaksanakan oleh Balai Taman nasional Taka Bonerate selama 6 (enam) hari dari tanggal 15 s/d 20 Mei 2015 di Pulau Pasitallu Timur, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar. Metode yang digunakan adalah metode Transek dan Petak Contoh (Transect Plot) yaitu metode pencuplikan contoh populasi suatu komunitas dengan pendekatan petak contoh yang berada pada garis yang ditarik melewati wilayah ekosistem tersebut.

Hasil dari pengamatan terhadap vegetasi lamun di pulau Pasitallu Timur ditemukan sebanyak 4 jenis lamun yaitu Cymodecearotundata (CR), Syrongodiumisoetifolium (SI), Enhalusacoroides (EA) dan Thalassiahemphricii (TH).

Total persentase tutupan lamun pada 3 stasiun pengamatan sebesar 51.94% dan termasuk dalam ketegori Bagus (Braun-Blanquet) , dimana persentase tutupan di Stasiun 1 sebesar 75% kategori Bagus, Stasiun 2 sebesar 10.20% termasuk kategori Sangat Sedikit dan Stasiun 3 sebesar 70.61% termasuk kategori Bagus.

Komposisi jenis yang paling tinggi adalah Thalassiahemphricii(TH) yaitu sebanyak 99,42%. Sedangkang jenis yang memiliki kerapatan paling rendah adalah Enhalusacoroides (EA) yaitu sebesar 0,09%.

Secara keseluruhan lamun diseluruh zona di perairan Pulau Pasitallu Timur yang diambil data di 3 zona sampel data masih dalam kategori baik, terlihat dari data kerapatan total seluruh jenis lamun yang ditemukan yaitu 947.11 ind/m2 dan jenis yang memiliki kerapatan paling tinggi adalah Cymodocea rotundata yaitu sebanyak 787.56 individu/m2 atau setara dangan 788 individu/m2. Sedangkan jenis yang memiliki kerapatan paling rendah adalah Enhalus acoroides yaitu sebesar 0,89 individu/m2 atau setara dengan 1 individu/m2.

Monitoring secara berkala perlu dilakukan sehingga dapat diketahui perkembangan kondisi ekosistem lamun di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate dan sebagai bahan baseline data. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui asosiasi ekosistem padang lamun dengan bioata yang hidup di dalamnya asosiasinya dengan ekosistem terumbu karang dan ekosistem pantai lainnya.

Oleh : Asri/PEH Palaksana Lanjutan

image002 image003 image004 x sketsa plot sampling