SURVEY HABITAT PENYU DI KAWASAN TAMAN NASIONAL TAKA BONERATE

Kawasan TN. Taka Bonerate adalah salah satu Kawasan Pelestarian Laut yang merupakan habitat bagi beberapa jenis penyu. Spesies penyu laut di Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, terdiri atas empat jenis yaitu Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Tempayan (Careta careta) dan Penyu Hijau (Chelonia mydas).

Ancaman utama pelestarian penyu di Taman Nasional Taka Bonerate adalah adanya penangkapan dan pengambilan telur penyu oleh nelayan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar kawasan. Rusaknya habitat atau lokasi peneluran penyu akibat abrasi pantai, gangguan habitat atau lokasi tempat makan penyu karena penggunaan bahan kimia bius/potas dan bahan peledak.

Pada tahun 2015 dilaksanakan 2 kegiatan survey habitat penyu di SPTN Wilayah I Tarupa dan SPTN Wilayah II Jinato dengan masing-masing 2 lokasi.

Maksud dan Tujuan

Maksud : melakukan pengamatan dan pengumpulan data mengenai kondisi fisik pantai, vegetasi pantai, ekosistem perairan dan pengamatan jejak dan sarang penyu.

Tujuan:

  • Mengetahui kondisi ekosistem perairan di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate
  • Mengetahui kondisi fisik habitat pantai yang dianggap sesuai sebagai habitat peneluran penyu.
  • Mengamati dan melakukan pendataan jejak dan sarang penyu sebagai informasi awal habitat peneluran penyu.

Metode Survey

Kegiatan Survey Habitat Penyu menggunakan metode ”Purposive Sampling” dan ”indepth-interview” dengan masyarakat sekitar dengan observasi atau pengamatan secara langsung di lapangan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder.

Prosedur Pengumpulan Data

Lokasi Sampling di bagi atas 4 stasiun pada setiap lokasi pengamatan yang ditetapkan secara purposive sampling. Kriteria yang diamati antara lain: pengamatan pada ekosistem perairan, kondisi pantai serta jejak dan sarang.

Pembagian stasiun pengamatan di setiap lokasi berdasarkan arah mata angin dengan menggunakan GPS kondisi ini tergantung pada lokasi pengamatan, pembagian stasiun meliputi bagian Barat (stasiun 1) bagian Selatan (stasiun 2), bagian Timur (stasiun 3) dan bagian Utara (stasiun 4).

Waktu dan Lokasi Kegiatan

  • Tanggal 10 s/d 16 November2015 di Pulau Latondu Kecil dan Pulau Latondu Besar di Wilayah SPTN. I Tarupa.
  • 29 Agustus s/d 4 September 2015 di Pulau Tambuna Besar dan Pulau Ampallasa di Wilayah SPTN. II Jinato.

Hasil Kegiatan

  • Pada umumnya kondisi pantai di lokasi survey sangat cocok sebagai habitat peneluran penyu dengan tekstur pasir yang halus, sedang sampai kasar serta pantai yang landai memungkinkan bagi penyu untuk menggali pasir dan bertelur.
  • Vegetasi pantai di lokasi survey di dominasi dari tumbuhan tingkat bawah seperti rumput-rumputan, widuri, kangkung pantai dan vegetasi tingkat pohon seperti santigi dan pandan laut.
  • Di SPTN Wilayah II Jinato ditemukan sebanyak 9 bekas sarang penyu, yaitu P. Ampallasa sebanyak 5 bekas sarang dan di Pulau Tambuna Besar sebanyak 4 bekas sarang. Rata-rata bekas sarang penyu ditemukan berada di bagian Timur Pulau dan menjauh dari pasang tertinggi dan berada di bawah akar pohon, semak dan diantara rerumputan. Ditemukan 1 ekor penyu hijau bertelur di Pulau Tambuna Besar pantai bagian Timur (Stasiun 3) dengan jumlah telur sebanyak 124 butir selanjutnya telur penyu tersebut di tetaskan secara semi alami di Pulau Jinato karena dianggap tidak aman dari predator dan pemangsa seperti manusia.
  • Di SPTN Wilayah I Tarupa, Sarang penyu yang ditemukan sebanyak 9 bekas sarang ,dengan rincian P. Latondu Kecil 5 bekas sarang dan di Pulau di Latondu Besar 4 bekas sarang. Rata-rata bekas sarang penyu ditemukan berada di bagian Timur Pulau dan menjauh dari pasang tertinggi dan berada di bawah akar pohon, semak dan diantara rerumputan.

oleh : Marwah Ningsih

13001177_1289474624412865_576452852226162554_n foto asri image001 image002 image003 image004