Operasi Pengamanan Kawasan Gabungan Mengamankan Serangkaian Bahan Bom dan Bius Ikan

Operasi Pengamanan Kawasan Gabungan Balai TN Taka Bonerate, SPORC Balai Gakkum Wilayah Sulawesi dan Satpolair Polres Kepulauan Selayar sita ratusan Barang Bukti (BB).

Kepulauan Selayar, 18 Agustus 2017. Operasi yang dilaksanakan selama 7 hari (10 s/d 16 Agustus 2017) di dalam kawasan TN. Taka Bonerate ini membuahkan hasil yg terbilang cukup besar karena berhasil mengamankan serangkaian bahan bom dan bius ikan yang kondisi siap digunakan.

Ajadin Anhar (Ketua Tim 2) yg dikonfirmasi bahwa menyampaikan bahwa operasi gabungan ini adalah operasi pengembangan dari laporan-laporan yang diterima, sedangkan satu orang terduga pelaku, berhasil kabur namun identitasnya telah diketahui.

Berikut temuan barang bukti ilegal fishing yang berhasil disita :

Lokasi Kejadian 1 (Rajuni Kecil, 11-08-2018):
1 unit perahu (balapan) warna ungu
2 unit mesin dissel merk chang fa wang 24PK dan merk inda 30PK
1 unit Kompressor warna merah
2 roll selang warna kuning dan putih
2 pasang fins (kaki katak)
1 buah masker
1 unit genset merk matari warna hitam
1 buah jaring kecil (bunre)
3 buah rangkain lampu
1 buah gabus sampan
1 botol aqua kecil pemicu

Lokasi Kejadian 2 (Rajuni Kecil, 14-08-2018):
18 botol bir yang berisikan pupuk amonium nitrat
4 botol pemicu
1 rangkaian (3 botol) amonium nitra
1 rangkaian (1 buah jergen 2 liter dan 1 buah botol bir) amonium nitrat
3 buah aqua besar 1,5 liter amonium nitrat
1 buah jergen 35 liter berisi pupuk amonium nitrat setengah jergen
20 batang detonator
1 botol alat semprot untuk bius ikan
2 botol vixal yang berisikan cairan potasium
2 buah jergen 5 liter oli mesran warna merah berisikan pupuk amonium nitrat
1 buah tabung oksigen rakitan beserta mesinnya
47 butir potasium
2 roll selang kompressor warna hijau dan warna putih
1 unit genset merk tiger warna merah
1 rangkaian lampu
4 botol Markisa Amunium Nitrat (pupuk)

Lokasi kejadian 3 (Rajuni Besar, 15-08-2018) :
2 jergen ukuran 35 liter amonium nitrat
83 botol bir yang berisikan pupuk amonium nitrat
6 botol aqua besar ukuran 1,5 liter amonium nitrat
2 botol kecil amonium nitrat
2 botol kecil pemicu
9 batang detonator
1 kotak kecil korek api kayu
1 gulungan kecil benang jahit warna ungu
1 buah mouth piece
13 karung dengan total 271,6 kg ikan kering jenis sinrili.

Setelah dilakukan penyelesaian administrasi di kantor Balai TN. Taka Bonerate, seluruh barang bukti (kecuali perahu motor balapan) akan diangkut dan diserahkan ke Balai Gakum Sulawesi di Makassar sebagai bahan pengembangan dan proses lebih lanjut. Kepala Balai TN Taka Bonerate (Jusman) menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya Direktorat PPH Ditjen Gakkum, Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Polres Kepulauan Selayar dan Kodim 1415 Kepulauan Selayar. Giat ini antara lain merupakan salah satu upaya menjaga kawasan konservasi dengan baik agar tetap dapat berfungsi dan memberikan kemanfaatan yg lestari bagi masyarakat. Dikonfirmasi mengenai kelanjutan penanganan kasus ini, Jusman (Kepala Balai) menyampaikan bahwa hal ini telah dikoordinasikan dengan Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi (Ir. Muhammad Nur), Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Selayar (AKBP Edy Suryanta Tarigan, SIK) dan Ditjen Gakkum KemenLHK. Kepala Balai juga memastikan telah mendapatkan arahan dari Dirjen KSDAE (Ir. Wiratno, M.Sc) terkait hal tersebut. Tentu tidak detil, karena kita masih membutuhkan pengembangan. Nilai penting upaya penanganan illegal fishing ini terutama terkait dampak kerusakan yg sangat besar yang diakibatkannya. 1 (satu) kali lemparan bom ikan dapat merusak terumbu karang secara fisik pada radius s/d 50 meter, sedangkan bius ikan dapat menimbulkan kerusakan yang lebih sistemik berupa bleaching pada lokasi terpapar aliran arus laut yang mengandung potassium sianida tersebut.

(Asri)