108 views

Sekjen KLHK : Pramuka Adalah Wadah Pembentuk Karakter Sejak Dini

Tonasa Park, Kab.Pangkep-Sulawesi Selatan (1 Agustus 2018). Saka Wanabakti Cabang Kepulauan Selayar  mengikuti perkemahan bakti Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru Tingkat Nasional Regional Sulawesi-Maluku 2018 di Bumi Perkemahan Tonasa, Kabupaten Pangkep,  Kecamatan Balocci, Desa Balocci, Kompleks Semen Tonasa 1.

Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 1 hingga 5 Agustus 2018. Dihadiri Tenaga Ahli Menteri Bidang Pengembangan Generasi Muda dan Pramuka Kakak Ipam, Ketua Majelis Pembimbing Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Kakak Syahrul Yasin Limpo, Wakil Bupati Pangkep, Direktur Tonasa Muh. Subhan AK, Kepala Dinas Kehutanan Prov. Sulsel,  seluruh Kepala UPT LHK Se-Sulawesi-Selatan, beberapa Kepala Dinas LH Daerah, Kepala KPH, dan Kepala UPT LHK se-Sulawesi Maluku.

“Kami mengutus delapan peserta didik putra dan delapan putri, dua Pamong Saka Wanabakti Selayar, dua orang putra,  dua orang putri serta dua instruktur”. Ucap Kepala Balai TN.Taka Bonerate Kakak Faat Rudhianto. Selain mengutus Pramuka binaan, BTN Taka Bonerate juga membuka stand pameran di Bumi Perkemahan dengan menampilkan foto, gambar, majalah, dan peralatan kerja bawah laut.

Kegiatan kemah bakti ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kakak Bambang Hendroyono, mewakili Menteri LHK Kakak Siti Nurbaya Bakar. Saat pembukaan beliau menyampaikan tentang pentingnya mencintai hutan demi terwujudnya lingkungan yang lestari, dan Pramuka adalah wadah pembentukan karakter sejak dini.

Pada kesempatan yang sama, Kakak Bambang Hendroyono melakukan penanaman bibit pohon Eboni di lokasi PERTIKAWAN. Aksi tanam pohon ini serentak diikuti oleh seluruh pimpinan dan jajaran instansi yang hadir, mulai dari Ditjen KLHK, UPT.KLHK, Pemprov Sulsel hingga Pemda Kabupaten Pangkep, Direksi PT. Semen Tonasa, serta pejabat lainnya. Jenis bibit yang ditanam saat momen pembukaan kegiatan PERTIKAWAN adalah Eboni, Bitti, Mahoni, Pulai, Cemara Laut, Saga dan Asam.

Sesuai dengan tema PERTIKAWAN kali ini “Cinta Hutan, Lestari Lingkungan”, maka serangkaian acara tidak lepas dari berbagai aksi untuk membangkitkan rasa cinta dan peduli terhadap hutan dan lingkungan hidup.

“Ada 800an lebih tunas bangsa yang merupakan Pramuka Penegak dan Pandega yang hadir dalam PERTIKAWAN  dapat menjadi kader-kader terbaik penyelamat hutan dan pelestari alam-lingkungan” Jelas Kakak Thomas Nifinluri Kepala Balai Besar KSDA SulSel yang juga selaku Ketua Umum Penyelenggaraan Pertikawan ini.

Melalui kegiatan PERTIKAWAN, para peserta pramuka diajak untuk melihat langsung wujud Ekosistem Karst sekaligus melakukan upaya pelestarian Ekosistem Karst.

Selain itu juga dilakukan bakti lingkungan bersih-bersih sampag dan penanaman 1.500 bibit pohon dilakukan di TAHURA dengan jenis tanaman : Jamblang, Gmelina, Mahoni, Cemara Laut, Kesambi, Bidara, Asam, Kayu Kuku, Bitti dan Jati. Kegiatan penanaman pohon diharapkan akan menjadi Monumen Pelestarian Ekosistem Karst yang dipersembahkan oleh peserta PERTIKAWAN Regional Sulawesi Maluku, dan diharapkan dapat menjadi model percontohan sehingga menumbuhkan kepedulian semua pihak terhadap kelestarian ekosistem karst.

Selain berkemah, adapula acara apresiasi film, hunting foto, papan nama pohon, penyuluhan kebakaran hutan, karnaval budaya dan pentas seni serta materi kepramukaan lainnya.

—-

**

Sumber : Asri – PEH