181 views

Re-zonasi TNTBR : Ini Hasil Konsultasi Publik Tingkat Kecamatan di P. Tinabo

Pulau Tinabo – Taka Bonerate, Kepulauan Selayar (Jum’at, 07 September 2018). Setelah tahun 2012 TN Taka Bonerate menyusun Zonasi Pengelolaan dengan lahirnya Surat Keputusan penetapan zonasi TN. Taka Bonerate.

Setelah 6 tahun, Zonasi TN Taka Bonerate direview sebagai langkah mengakomodir dinamika dan permintaan masyarakat dalam kawasan TN Taka Bonerate.

Berpusat di Pulau Tinabo dan dilaksanakan secara outdoor (05/09), kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, dusun, BPD se-kawasan Taka Bonerate, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok Masyarakat Mitra Polhut (MMP), kelompok Masyarakat Desa Konservasi, Komandan Resort, staf kecamatan dan mitra WCS-IP.

Menariknya kegiatan ini menghadirkan dua dosen senior Fakultas Kehutanan UNHAS yang menjadi pemateri adalah Prof. Amran Ahmad dan Prof. Ngakan Putu Oka.
“Istimewa konsultasi publik tingkat kecamatan ini karena Balai berhasil mendatangkan dua guru besar senior yang sekaligus guru kami di UNHAS” Ucap Kepala Balai Faat Rudhianto mengawali materinya bertema Kebijakan Pengelolaan Taman Nasional Taka Bonerate.

Setelah Faat Rudhianto membawakan materinya, dilanjutkan Prof. Amran Ahmad (Sejarah TN Taka Bonerate dan Ekowisata) dan dipanelkan dengan Prof. Ngakan Putu Oka (Fungsi dan Manfaat Ekosistem Pulau dan Laut) yang dipandu oleh Ka. SPTN I Tarupa Muhammad Hasan hingga waktu Ishoma.

Lepas istirahat, sesi dilanjutkan kembali dengan melakukan dialog interaktif bersama peserta yang dipandu Syamsu Rijal (Fakultas Kehutanan–UNHAS). Sebelum masuk dialog, Ketua Tim Zonasi Abdul Rajab (Ka SPTN Wil.II Jinato) memaparkan gambaran hasil Review dan Rezonasi dari proses aplikasi Marxan sampai hasil FGD yang difasilitasi oleh mitra WCS_IP sebelum konsultasi publik ini.

Dialog ini berlangsung secara interaktif, para pihak yang hadir menyampaikan usulan antara lain :

1. Akses untuk pengambilan air bersih warga Latondu, Rajuni dan Tarupa di Latondu Kecil;
2. Akses untuk aktifitas Panambe ikan teri warga Tambuna di Pasitallu Barat;
3. Akses masyarakat untuk penjemuran ikan di Bungin Belle;
4. Memberikan ruang untuk Daerah Perlindungan Laut warga Jinato yg merupakan program desa sebagai Zona Perlindungan Bahari;
5. Area DPL Desa Tambuna di sekitar Zona Inti Pasitallu Barat yg terdapat tanaman santigi dan kayu hitam pantai;
6. Taka Lamungan dijadikan Zona Religi utk akomodir kepercayaan warga setempat.

Masukan-masukan tersebut diakomidir dan disepakati saat itu dengan membuat Berita Acara konsultasi publik. Kemudian pada akhir September akan diadakan konsultasi publik tingkat kabupaten di Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sumber : Asri – PEH