Balai Taman Nasional Taka Bonerate Menggelar Kegiatan Ekspose Disain Tapak

Benteng – Kepulauan Selayar (Rabu, 05 Desember 2018) Balai TN Taka Bonerate mengadakan kegiatan Expose Rancangan Disain Tapak, bertempat di Hotel Rayhan Square (04/12), acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian dibuka langsung oleh Kepala Balai Faat Rudhianto dihadiri oleh Asisten 3 Bidang Administrasi, mewakili Bupati Kepulauan Selayar, Kepala Desa se-TN Taka Bonerate, pihak pengelolah hotel di Selayar, Kodim Selayar, Dinas Perhubungan, Himpunan Pariwisata Indonesia Cab. Selayar, Bappelitbangda, Mitra WCS, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Selayar, Dinas Pariwisata Selayar, para Operator Wisata serta media Tribunnews. Dan tak ketinggalan utusan dari Direktorat Pemanfaat Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) Kementerian LHK untuk mencermati bentuk disain tapak yang disusun.

Jika berbicara mengenai Disain Tapak, maka tidak terlepas dari zonasi yang ada karena disain tapak merupakan penataan ruang dari zonasi.

Dalam sambutan pembukaan kepala balai menyampaikan secara umum rancangan disain tapak yang disusun dan mensosialisasikan kembali zonasi yang ada dalam kawasan TN. Taka Bonerate.

“Disain tapak ini penting dalam pengelolaan dan pengembangan ekowista di TN Taka Bonerate, yakni dengan membagi ruang publik dan ruang usaha untuk investasi” Ucap kepala balai Faat Rudhianto

Setelah itu dilanjutkan materi pertama “Ekowisata Pada Kawasan Konservasi” oleh Prof. Dr. Ir. Amran Achmad., M.Sc. Dosen Fakultas Kehutanan UNHAS bidang keahlian Ekologi, Konservasi dan Ekowisata. Dalam materinya beliau menjelaskan perbedaan pemandu dan seorang interpreter, manfaat ekowisata serta bercerita tempat-tempat wisata yang sudah mengadopsi prinsip ekowisata.

Disusul materi kedua “Rancangan Desain Tapak TN. Taka Bonerate” oleh Abdul Rajab Kepala SPTN Wilayah II Jinato selaku Ketua TIM Disain Tapak. Dalam zonasi Taman Nasional Taka Bonerate ada 4 pulau yang menjadi Zona Pemanfaatan, yaitu Pulau Belang-Belang dan perairannya, P. Tarupa Kecil dan perairannya, P. Tinabo Besar dan perairannya, serta Pulau Lantigian dan perairannya.

Keempat pulau inilah yang didisain tapak, dibagi dalam bentuk ruang usaha dan publik. Selain pembagian ruang juga ditampilkan contoh gambaran umum disain bangunan di ruang usaha.

Usai pemaparan materi, dilanjutkan dengan dialog interaktif. Peserta yang hadir sangat antusias yang berarti ini adalah tanda bahwa geliat wisata di Kepulauan Selayar ini bergerak.
Banyak masukan dan bahkan bernada curhat.

Kedepan diharapkan semua pihak bisa bahu membahu bergerak bersama membangun Ekowisata Taman Nasional Taka Bonerate khususnya, dan kepariwisataan Selayar pada umumnya.

Sumber : Asri – PEH Penyelia