Balai TN Taka Bonerate Ikuti The 13th SEABRNET Meeting and International Conference

Lombok, 15-17 November 2021 – Program Man and the Biosphere (MAB) UNESCO adalah program antar pemerintah yang bertujuan untuk menetapkan dasar ilmiah untuk peningkatan hubungan antara manusia dan lingkungan mereka secara global. Untuk pelaksanaannya, MAB mengandalkan Jaringan Cagar Biosfer Dunia (WNBR). Hingga September 2021, Jaringan Cagar Biosfer Dunia Program MAB (WNBR) terdiri dari 727 cagar biosfer di 131 negara, termasuk 22 cagar biosfer lintas negara yang mencakup wilayah dua negara atau lebih. Program MAB dengan WNBR-nya merupakan instrumen penting untuk penelitian dan eksperimen, pembangunan berkelanjutan berbasis pengetahuan dan praktik lokal, dan berbagi pengalaman secara global.

Diadopsi oleh International Coordination Council – MAB (ICC-MAB) pada sesi ke-27, Strategi MAB 2015-2025 memberikan serangkaian tujuan yang komprehensif namun ringkas dan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) global. Tujuan umum dari strategi program MAB 2015-2025 adalah untuk mengembangkan jaringan cagar biosfer dunia yang menjadi model pembangunan berkelanjutan, dengan meningkatkan tata kelola, kolaborasi, dan jaringan di dalam MAB dan WNBR.

Saat ini, para anggota WNBR menghadapi tantangan terbesar yaitu pandemi COVID-19 yang telah sangat mempengaruhi kawasan ini dalam banyak cara, dengan beberapa dampak baru muncul sekarang. Sebagaimana tujuan penetapan Cagar Biosfer, yaitu untuk mengeksplorasi dan meningkatkan hubungan antara manusia dan alam, Cagar Biosfer memegang kunci untuk memajukan solusi inovatif dan jalan ke depan menuju masa depan yang aman dan berkelanjutan di masa pasca Covid 19.

Balai TN Taka Bonerate sebagai bagian dari WNBR, mengikuti The 13th SEABRNET Meeting and International Conference secara offline di Hotel Astoria Lombok Nusa Tenggara Barat pada tanggal 15-17 November 2021. Pertemuan ini sendiri dilaksanakan secara Hybrid (offline dan online). Pertemuan tahunan kali ini juga termasuk sesi khusus dari Jaringan Cagar Biosfer Asia-Pasifik (APBRN). Acara ini mengusung tema “Pelayanan Ekosistem dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Pengelolaan Cagar Biosfer Berkelanjutan”.

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama dengan Komite Nasional Program MAB Indonesia dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, difasilitasi oleh Sekretariat SeaBRnet Kantor UNESCO Jakarta dan didukung oleh Japan Funds-in-Trust (JFIT). Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Unesco Indonesia, Hans Thulstrup. Selain itu, pertemuan dihadiri pula oleh :
• Komite Nasional MAB
• Pengelola Cagar Biosfer di Asia Tenggara
• Perwakilan EABRN
• Perwakilan PacMAB
• perwakilan SACAM
• Sekretariat MAB
• Kantor lapangan UNESCO di Asia dan Pasifik
• Pemangku kepentingan utama MAB, termasuk perwakilan dari sektor swasta
• Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang (MEXT)

    

     

Pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. Lalu Gita Aryadi mewakili Gubernur Provinsi NTB, Dr. Zulkieflimansyah, dengan menabuh “Gendang Beleq” yang merupakan alat musik tradisional Suku Sasak. Pertemuan ini mencakup pertukaran pengalaman dan pembaruan di antara anggota SeaBRnet, serta diskusi tentang interaksi di antara program-program UNESCO, implementasi Rencana Aksi Lima, dan kontribusi strategis MAB dan jaringannya di Asia dan Pasifik. Tujuan keseluruhan dari pertemuan ini adalah untuk meningkatkan jasa ekosistem dan memberdayakan masyarakat menuju pengelolaan Cagar Biosfer yang berkelanjutan.

Hari terakhir pertemuan, dilakukan kunjungan lapangan langsung ke Cagar Biosfer Rinjani-Lombok. Pada kesempatan fieldtrip ini, rombongan TN Taka Bonerate yang dipimpin oleh Kepala Balai TN Taka Bonerate mengikuti fieldtrip ke TWA Gunung Tunak. Fieldtrip ini memberikan pengalaman kepada peserta untuk mengamati implementasi konsep Cagar Biosfer di Lombok, berinteraksi dengan masyarakat setempat dan memberikan saran dan masukan kepada pengelola situs, serta menikmati pemandangan unik Cagar Biosfer Rinjani-Lombok. Fieldtrip ini dilakukan secara hybrid (offline dan online).

 

 &  : Asep Pranajaya, S.Pi (Penyuluh Kehutanan)
             : Edited and Posted by Admin