Begini Giat Balai TNTBR mekakukan Peningkatan Kapasitas  PAAP ( Pengelolaan Akses Area Perikanan) Forum Peduli Laut Rajuni-Latondu

Desa Latondu – Kepulauan Selayar (Senin, 02 Agustus 2019) Kegiatan ini bertempat  Desa Latondu, Kecamatan Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar pada hari Kamis kemarin (29/08). Hadir dalam forum ini sebanyak 20 orang, terdiri dari Balai TN Taka Bonerate sebanyak 6 orang, Kementerian Kelautan dan Perikanan 2 orang dan dari Komunitas Genpi 2 orang.

Kepala SPTN Wil.1 dan Penyuluh Kementerian Kelautan dan Perikanan

Giat ini dibuka oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wil.1 Tarupa, Raduan dengan dipandu oleh Fahmi Syamsuri. Dalam sambutannya, Raduan menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Balai, tidak bisa hadir ditengah-tengah peserta dan memberikan apresiasi kepada anggota forum khususnya dan Masyarakat  Desa Latondo dan Rajuni pada umumnya yang sangat peduli akan kelestarian TNTBR.

Lebih  lanjut Raduan mengemukakan beberapa hal penting mengenai kebijakan Pengelolaan Kawasan konservasi Taman Nasional, dimana saat ini masyarakat bukan sebagai objek melainkan sebagai subjek dalam pengelolaan Kawasan konservasi TN. Taka Bonerate, sehingga posisi masyarakat sangat penting dan faktor penentu dalam pengelolaan taman nasional. Sebagai tindak lanjut zonasi  khususnya Zona inti diperlukan kemitraan konservasi untuk memanfaatkan potensi sumber daya perairan yang berkelanjutan.

Sesi tanya jawab Peserta dan Pemateri

Materi kedua oleh Bapak Haryono perwakilan penyuluh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Beliau membawakan materi tentang Pembuatan proposal, dan menjelaskan bahwa dalam pembuatan proposal hal-hal yg diperhatikan adalah unsur-unsur seperti kelembagaan yang jelas, struktur organisasi dan anggota-anggota yang aktif. Kedua adalah item-item yg diperlukan dalam mengajukan permohonan agar jelas dan dibutuhkan. Yang ketiga adalah konsistensi dalam membuat proposal, setiap proposal pasti akan diterima dan diproses tetapi perlu dipahami bahwa proposal yg diajukan tidak semua bisa di wujudkan, sehingga perlu kesabaran.

Kegiatan selanjutnya adalah rapat forum pembentukan pengurus baru setelah tiga tahun menjabat pengurus sebelumnya yang dipandu langsung oleh koordinator penyuluh Asep Pranajaya. Dalam rapat yang berlangsung sangat demokratis tersebut, terpilih ketua baru yaitu bapak Suparman dan ketua sebelumnya menjabat sebagai dewan penasehat.

Praktek Penyusunan Proposal

Kemudian dilakukan praktek pembuatan proposal. Anggota Forum terlihat sangat antusias dalam kegiatan ini dimana mereka semua dilibatkan langsung dalam pembuatan proposal dan mereka dilatih untuk efisien mengajukan item-item yang diperlukan dalam melakukan kegiatan.

Terakhir ditutup dengan motovasi dan pesan-pesan kepala SPTN Wil.1 Raduan SH untuk memberikan semangat keanggota forum dan pengurus yang baru. Kemudian dilakukan  pembagian tumbler sebagai bentuk peduli lingkungan serta tak lupa foto bersama.

Pengirim :
Firman – Calon Polhut Pertama
Editor :
Asri – PEH Penyelia