Cuaca Ekstrim, Beberapa Fasilitas di Pulau Tinabo TN Taka Bonerate Rusak

Pulau Tinabo – Kepulauan Selayar (Jum’at, 01 Februari 2019). Cuaca ekstrim yang melanda dan menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah Indonesia hingga saat ini. Fasilitas milik Balai TN Taka Bonerate, utamanya di Pulau Tinabo pun tak luput mengalami kerusakan.

Kondisi Kantin Tinabo yang Dihantam Angin Kencang

“Beberapa laporan dari teman-teman di lapangan, fasilitas yang ada di resort mengalami kerusakan akibat angin kencang. Puji dyukur semua personil dalam keadaan aman dan sehat walafiat” ucap Kepala Balai Faat Rudhianto

Atap seng yang terhempas oleh angin kencang

Kerusakan tersebut diakibatkan oleh angin kencang dan ketinggian gelombang hingga 5 meter. Seperti yang telah dirilis BMKG peringatan dini pertanggal 22 Januari 2018 melalui portal website dan sosial media. Isinya, potensi hujan lebat, angin kencang dan ombak tinggi yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, terutama Sulawesi Selatan. Bahkan perairan Kepulauan Selayar diprediksi potensi gelombang tinggi dari 4 s.d 6 meter.

Atap seng Pos Jaga Resort Tinabo yang hilang terjangan Angin Kencang

“Tahun ini imbas cuaca ekstrim terparah. Hingga menghancurkan atap pos jaga, fasilitas wisata guest house dan kantin Pulau Tinabo” Ucap Muhammad Hasan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tarupa.

Beberapa Tiang Penyangga Guest House Tergantung

Selama rentang waktu itu, personil TN Taka Bonerate tidak punya pilihan lain. Mereka bertahan di Pulau Tinabo hingga cuaca ekstrim mereda.

Ada beberapa fasilitas wisata yang rampung tahun lalu dilaporkan personil di lapangan  masih utuh dan tidak terdapat kerusakan.

Fasilitas Wisata Tinabo yang luput dari Cuaca Ekstrim

“Secepatnya akan dilakukan perbaikan jika cuaca sudah mulai membaik, kemungkinan butuh waktu 1-2 bulan dan untuk saat ini kunjungan wisata ke TN Taka Bonerate kami tutup untuk sementara, tetapi kami tetap menempatkan personil di pos resort masing-masing karena justru pada kondisi begini terjadi peningkatan destructive fishing. Kami berharap badai segera berlalu” ucap Faat Rudhianto

Sumber Asri – PEH
Foto : Ajadin Anhar – Polhut