Desa Jinato Mencoba Melirik Menjadi Petani Rumput Laut

Taman Nasional Taka Bonerate – Kepulauan Selayar, Kamis, 04 Juli 2019. Ada yang mencuri perhatian petugas saat melakukan patroli mengelilingi pemukiman penduduk Desa Jinato. Biasanya sisi jalan dipenuhi dengan aktifitas masyarakat yang sedang menjemur ikan-ikan hasil tangkapan, namun kali ini petugas melihat ada beberapa barisan rumput laut. Rupanya masyarakat mencoba membudidayakan rumput laut. Meski belum diketahui jenis rumput laut tersebut, masyarakat mengaku bahwa rumput laut ini bisa panen setiap 40 hari.

Nah selama menunggu waktu panen, mereka tetap melaut seperti biasa sambil sesekali mengontrol dan membersihkan tali budidaya rumput lautnya.

“Pak Kardi memakai sistem tanam “long line” dengan menggunakan pelampung dari botol mineral bekas yang dia temukan hanyut di pantai” jelas Qalby Ansar petugas resort Jinato. Dengan menggunakan sistem “Long Line” ini lebih tahan lama dan juga sangat cocok di perairan yang bergelombang.

Diketahui salah satu pembudidaya bernama Pak Kardi, yang dulunya merupakan pelaku destruktif fishing. Katanya rumput laut kering di pasarkan ke Bulukumba atau Sinjai, tergantung dimana harga jual yang tinggi.

Hal ini tentu menjadi penyemangat baru bagi masyarakat, selain tingkat kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut juga menjadi matapencaharian alternatif yang cukup menjanjikan. sehingga tentu saja berdampak baik dengan berkurang bahkan tidak ada lagi yang akan mencari ikan dengan cara yang ilegal (destruktif fishing).

Sumber : Asri – PEH
Foto : Qalby Ansar – TPHL