Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Taka Bonerate

Penyusunan dokumen Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Taka Bonerate telah mendapat pengesahan Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Nomor: SK.26/PJLKKHL-3/2015 tentang Pengesahan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam Taman Nasional Taka Bonerate pada tanggal 21 April 2015.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. P.48/Menhut-II/2010 pasal 3 Jo Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. P.04/Menhut-II/2011 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam, usaha pariwisata alam direncanakan sesuai dengan desain tapak pengelolaan pariwisata alam yang disusun oleh tim kerja yang dibentuk oleh Kepala UPT dan disahkan oleh Direktur Teknis di Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Penyusunan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor:P.3/IV-SET/2011 Tentang Pedoman Penyusunan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam.

Dalam rangka mendukung peraturan tersebut dan mencapai harmonisasi pengelolaan dan penyelenggaraan pariwisata alam sesuai dengan kaidah, prinsip dan fungsi kawasan maka Balai TN Taka Bonerate melakukan penyusunan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam di Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate. Hal tersebut dilaksanakan untuk mengorganisasi dan membagi ruang pengelolaan pariwisata alam di zona pemanfaatan untuk ruang publik dan ruang usaha penyediaan jasa/sarana pariwisata alam.

Desain Tapak merupakan pembagian ruang pengelolaan pariwisata alam di zona pemanfaatan dan zona perlindungan bahari yang diperuntukkan bagi pembagian ruang publik dan ruang usaha. Penyusunan desain tapak pengelolaan pariwisata alam dapat dilakukan pada lanskap kawasan yang memiliki penetapan zonasi, merupakan keterpaduan zona perlindungan bahari dan zona pemanfaatan. Dengan penyusunan desain tapak di TN Taka Bonerate diharapkan akan terwujud tata ruang pengelolaan pariwisata alam di zona pemanfaatan yang diperuntukkan bagi pembagian ruang publik dan ruang usaha yang tetap memperhatikan keserasian dan keharmonisannya dengan lingkungan alam dalam kawasan taman nasional. Desain tapak yang dihasilkan harus tetap memperhatikan kaidah, prinsip dan fungsi konservasi alam di kawasan taman nasional.

Memperhatikan kondisi fisik, kondisi oseanografi (fisika dan kimia), kondisi biologi (hayati dan non hayati), peninggalan sejarah, kondisi sosial ekonomi dan budaya, infrastruktur, aksesibilitas, serta tata guna lahan disekitar tapak. Dan berdasarkan kebijakan pengembangan pariwisata di TN Taka Bonerate, kebijakan pengembangan wilayah dan pariwisata Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, dan pertimbangan ekologis, fisik, teknis, sosial,  ekonomi dan budaya, sejarah kawasan dan rencana pengembangan wilayah; dibuatlah kesesuaian pengembangan tapak untuk ruang usaha dan ruang publik dalam kawasan TN Taka Bonerate.

Ruang usaha yang dialokasikan pada Zona Pemanfaatan di Taman Nasional Taka Bonerate seluas 25 Ha, yang terbagi atas: Pulau Tinabo Besar seluas 13 ha, Pulau Tarupa Kecil seluas 3 ha dan Pulau Belang-Belang seluas 9 ha. Ruang usaha terbuka bagi investor (badan usaha/koperasi) yang berminat untuk melakukan kegiatan usaha sarana pariwisata alam. Pengembangan sarana wisata diruang usaha dilakukan oleh investor pemegang IUPSWA, sedangkan di ruang publik dilakukan oleh Balai TN Taka Bonerate. Masyarakat umum dapat berusaha di ruang usaha jika telah memegang IUPJWA, dengan melakukan kerjasama dengan investor pemegang IUPSWA. Aktivitas yang dapat dilakukan berupa kegiatan wisata bahari seperti diving, canoing, snorkeling, sunbathing, menikmati sunset dan sunrise, bermain/memberi makan anak hiu, transplantasi karang, pelepasan tukik, penanaman pohon/penghijauan, memancing, serta melihat aktraksi budaya yang ditampilkan oleh masyarakat lokal.

Ruang Publik yang dialokasikan pada Zona Pemanfaatan di Taman Nasional Taka Bonerate seluas 500.854 Ha, yang meliputi seluruh ruang kecuali Pulau Tinabo Besar, Pulau Tarupa Kecil dan Pulau Belang-Belang.  Kegiatan yang dapat dilakukan di ruang publik adalah memancing dan melakukan aktivitas wisata bahari seperti diving, snorkeling, canoing, view sunset dan sunrise, sunbathing, serta menikmati aktraksi budaya lokal yang ditampilkan oleh masyarakat.  Beberapa lokasi juga dapat menjadi obyek wisata budaya dengan obyek berupa kapal karam, jangkar raksasa dan kuali raksasa yang diduga merupakan peninggalan orang-orang China dahulu kala.  Beberapa spot juga merupakan lokasi tangkap bagi masyarakat nelayan yang terdapat ddalam dan diluar kawasan TN Taka Bonerate.  Pembangunan sarana penunjang wisata bahari dapat dilakukan di daratan pulau terdekat, misalnya dengan membangun dermaga bagi kapal-kapal pesiar, mercu suar, menara komunikasi, dan lain sebagainya.

 Peta Desain Tapak