Kondisi Fisik Kawasan

Kawasan TN Taka BonerateLetak dan Luas Areal

Taman Nasional Taka Bonerate merupakan kawasan pelestarian alam yang secara geografis terletak di Laut Flores pada 120°55′ – 121°25′ BT dan 6° 20′ – 7° 10′ LS. Kawasan ini ditetapkan sebagai TN Laut Taka Bonerate dengan SK Menteri Kehutanan Nomor 92/KPTS-II/2001 tanggal 15 Maret 2001 dengan luas kawasan 530.765 Ha. merupakan karang atoll terbesar ketiga di dunia (luasan mencapai 220.000 Ha) setelah Atol Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Atol Suvadiva di Maldive, serta memiliki keanekaragaman biota laut yang tinggi dan habitat bagi berbagai spesies satwa laut yang langka dan dilindungi.

Secara administratif kawasan TN Taka Bonerate berada dalam wilayah Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar. Secara fisik kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, disebelah Utara berbatasan dengan Sulawesi Selatan, sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda, sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Flores, dan sebelah Barat berbatasan dengan Laut Jawa.

Batimetri dan Topografi

Batimetri perairan kawasan TN Taka Bonerate sangat khas. Di sebelah Timur Kabupaten Kepulauan Selayar tidak terdapat dataran benua (continental slope), sehingga terjadi pertemuan langsung pesisir dasar laut dengan lereng benua. Hal ini menyebabkan kondisi batimetri disekitar paparan TN Taka Bonerate sangat terjal, dimana karang atoll dibatasi oleh paparan yang berkedalaman 200 meter, dan pada tepi paparan kedalaman perairan mengalami penurunan drastis (drop) hingga kedalaman 1.500 – 2.000 meter.

Topografi daratan utama sangat unik dan menarik, dengan atoll yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas, membentuk gugusan pulau yang cukup banyak. Selat-selat yang sempit, dalam dan terjal mengantarai pulau-pulau dan gosong karang.

Pada bagian permukaan rataan terumbu karang banyak terdapat gobah yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah akan tampak seperti daratan kering yang diselingi oleh genangan air membentuk kolam-kolam kecil (tide pool). Kedalaman perairan sangat bervariasi mulai dari 2-3 m (pada rataan terumbu) sampai pada kedalaman 200 m di dalam kawasan.

Pulau-pulau yang terdapat di Zona Pemanfaatan dan Zona Khusus berada pada ketinggian sekitar 2-4 m dari permukaan laut, sebahagian besar memanjang dari utara ke selatan dengan panjang antara 200 – 2.000 m, dan lebar antara 50 – 1.000 m. Bentuk wilayah datar dengan tekstur tanah pasir berlempung dan tanpa topografi yang berarti (RPTN, 2013).

Geologi

Kawasan TN Taka Bonerate terletak di antara lengan selatan Pulau Sulawesi dan Pulau Flores, bersama dengan gugusan Pulau Bonerate menempati area yang memiliki sifat geologi yang masih memiliki kemiripan dengan mandala Sulawesi Selatan namun berbeda dengan mandala vulkanik aktif Flores.

Bentang alam sebagai pseudo atoll dan letak paparan serta landas kontinen di atas paparan benua menjadikan kawasan TN Taka Bonerate sebagai tonggak (deep stick) di Laut Flores. Sejumlah laporan terdahulu menyebutkan bahwa landas dari kawasan TN Taka Bonerate diperkirakan sebagai batuan vulkanik dan batuan malihan. Citra seismik di utara Flores hanya sedikit mengungkapkan geologi bawah tanah kompleks ini, sebagai masif vulkanik, terobosan dan malihan yang terjerat struktur patahan.

Iklim

Kondisi klimatik kawasan TN Taka Bonerate, pada umumnya beriklim basah tropik khatulistiwa, dengan 4 bulan basah dan 5 bulan kering, serta dipengaruhi musim angin Barat, musim angin Timur, dan masa peralihan atau pancaroba. Tingkat kelembaban rata-rata per bulan sebesar 88%.

Kawasan ini dipengaruhi oleh musim angin barat, angin timur dan peralihan (pancaroba). Musim angin barat terjadi sekitar bulan Januari – Maret biasanya diikuti musim penghujan dengan angin kencang sehingga dapat menimbulkan gelombang laut yang besar. Musim angin Timur terjadi pada bulan Juli – September, biasanya diikuti musim kemarau dan kurangnya kecepatan angin menimbulkan gelombang laut yang agak tenang. Musim pancaroba (peralihan) terjadi antara bulan April – Juni dan bulan Oktober – Desember. Keadaan laut pada musim ini tidak dapat diduga sewaktu-waktu gelombang laut tenang dan kadang-kadang menjadi besar (RPTN 2013).

Kondisi iklim kawasan TN Taka Bonerate sebagaimana halnya iklim di Kabupaten Kepulauan Selayar adalah tropis dengan curah hujan tertinggi 300 mm/bln.  Suhu udara sepanjang tahun tidak banyak bervariasi yaitu berkisar antara 28 – 32oC. Curah hujan dipengaruhi oleh angin pasat barat  dan timur yang keduanya membawa hujan walaupun dengan intensitas yang berbeda (RPTN 2013).

Pasang Surut

Jenis pasang surut kawasan TN Taka Bonerate adalah Campuran Condong Dominan Ganda (Mixed tide prevailing semidiurnal) atau dalam sehari semalam terjadi dua kali air pasang , dengan nilai rata-rata muka air (MSL) berada dalam interval 200 cm – 250 cm. (YKL-Indonesia, 2001).

Arus

Pola arus global di kawasan TN Taka Bonerate umumnya sangat dipengaruhi oleh kondisi musim. Saat musim Barat, arus permukaan di kawasan mengalir ke arah Timur dengan kecepatan 33 – 50 cm /det. Pada awal musim Timur (April), arus permukaan mengalir ke arah Barat dengan kecepatan lemah, 12 – 38 cm/det. Saat musim Timur arus permukaan semakin meningkat dan kecepatan maksimum pada bulan Juni, sekitar 75 cm/det yang mengalir ke arah Barat. Akhir musim Timur (Oktober) kecepatan arus menurun mengalir ke arah Barat dengan kecepatan 25 – 38 cm/det (RPTN 2013).

Ombak

Kawasan TN Taka Bonerate yang terletak di Laut Flores, yang secara geografis berhadapan langsung dengan Laut Jawa di sebelah barat dan Laut Banda di sebelah Timur, menyebabkan kawasan ini diterjang ombak yang dibangkitkan oleh angin. Akibat hembusan angin musiman, maka kawasan TN Taka Bonerate menerima hempasan ombak yang berubah-ubah seuai dengan arah hembusan angin/musim.

Pada Musim Timur, angin berkecepatan rendah, sehingga tinggi ombak tidak lebih dari 1 m, sebaliknya pada musim barat, angin berkecepatan tinggi dengan jarak tanpa rintangan (fetch lenght) besar, menyebabkan ombak yang tinggi dan dapat mencapai 3 m (RPTN 2013).

Kondisi gelombang laut di TN Taka Bonerate dapat mencapai 3 m pada puncak musim angin barat karena wilayah perairan ini terbuka dan hanya terdapat beberap pulau, yaitu Pulau Kayuadi, P. Polassi dan P. Tambolongang  di sebelah barat yang dapat mereduksi ketinggian gelombang laut. Tipe pasang surut di kawasan ini adalah semi diurnal dengan kisaran 100 – 150 cm (RPTN, 2013).

Suhu dan Salinitas

Suhu permukaan perairan di kawasan TN Taka Bonerate, juga sangat dipengaruhi oleh musim. Suhu permukaan laut berkisar antara 26,7 – 29°C. Suhu permukaan pada bulan Mei mulai menurun hingga Agustus yang mencapai minimum 26,7°C. Suhu permukaan mulai naik pada bulan September dan mencapai maksimum 29°C pada bulan Desember. Pada waktu puncak musim Barat (Januari) temperatur turun lagi sampai bulan Februari, kemudian naik pada bulan Maret hingga Mei. (RPTN 2013).

Salinitas adalah persentase bagian padat di dalam air laut. Kisaran salinitas air laut di kawasan TN Taka Bonerate antara 31,9 – 34,4 ppt dengan rata-rata variasi salinitas tahunan pada musim Timur bertambah 1,5 ppt dan 3 ppt pada musim Barat. Variasi tersebut terjadi karena arus musiman. Pada awal musim barat, massa air dengan salinitas rendah, mengalir dari laut Jawa ke laut Flores yang mereduksi salinitas pada bulan Nopember sampai Maret. Selain itu, curah hujan, juga mereduksi salinitas, tetapi hanya 0,53 ppt. Pada musim Timur, massa air dari laut Banda dengan salinitas tinggi mengalir ke laut Flores menyebabkan salinitas di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate meningkat. (RPTN 2013). Salinitas minimum terjadi pada bulan Maret, sedangkan pada bulan April salinitas mulai naik dan mencapai maksimum pada bulan Oktober.

Kadar Dissolved Oxigen

Oksigen terlarut (DO) merupakan kebutuhan vital bagi kelangsungan hidup organisme suatu perairan. Oksigen terlarut dimanfaatkan oleh organisme perairan melalui respirasi untuk pertumbuhan, reproduksi, dan kesuburan. Menurunnya kadar oksigen terlarut dapat mengurangi efisiensi pengambilan oksigen oleh biota laut, sehingga dapat menurunkan kemampuan untuk hidup normal dalam lingkungan hidupnya.

Kadar oksigen terlarut berada pada kisaran nilai antara 1,44 2,76 ppm. Kadar oksigen terlarut ini menunjukkan perairan di kawasan TN Taka Bonerate memiliki suplai oksigen yang cukup untuk proses respirasi, baik untuk karang maupun hewan lain.

Kadar Boichemical Oxygen Demand (BOD)

Biochemical Oxygen Demand (BOD) merupakan ukuran bahan yang dapat dioksidasi melalui proses biokimia, atau merupakan gabungan beberapa efek pemakaian oksigen ke dalam suatu variabel. BOD sebagai limbah adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menstabilkan bahan organik.

Kadar BOD pada kawasan Taman Nasional Taka Bonerate berada pada kisaran nilai antara 0,16 1,48 ppm. Nilai ini menunjukkan perairan di kawasan TN Taka Bonerate mempunyai kemampuan merubah bahan organik menjadi anorganik cukup tinggi, sehingga tidak terjadi akumulasi bahan organik di perairan.

Kadar COD (Chemical Oxygen Demand)

Kandungan COD berkisar 28 – 88 ppm. Bahan organik yang masuk ke lingkungan laut umumnya berasal dari limbah pemukiman, dan kadar COD pada kawasan TN Taka Bonerate masih dalam batas toleransi.

Kadar TSS (Total Suspended Sediment)

Kawasan TN Taka Bonerate memiliki kadar TSS berkisar antara 0,54 -2,45 ppm. Rendahnya nilai TSS perairan akibat tidak adanya sumber padatan yang masuk ke perairan dari daratan.

Derajat Keasaman (pH)

Secara umum, kawasan TN Taka Bonerate merupakan kawasan yang pertumbuhan karangnya cukup baik karena ditunjang dengan kondisi kimiawi dari perairan, dimana parameter kesuburan perairan seperti pH berada pada kisaran yang cukup tinggi yaitu antara 8,4 – 8,7. Kondisi perairan yang cenderung basa ini dipengaruhi oleh kandungan karbonat yang cukup tinggi. Perairan dikawasan TN Taka Bonerate yang bersifat basa menunjang pertumbuhan karang untuk terjadinya proses kalsifikasi.