Konservasi Kima Melalui Taman Kima Tinabo

Salah satu spesies yang dilindungi di Taman Nasional Taka Bonerate adalah Kima. Spesies ini mendapat ancaman dengan adanya pemanfaatan kima ini mulai dari untuk dimakan untuk kebutuhan sehari-hari sampai dengan di diperjualbelikan hingga keluar daerah. Kima atau Kimah adalah sebangsa kerang yang berukuran besar. Karena ukurannya yang sangat besar kerang ini disebut kerang raksasa. Jenis kerang Tridacna gigas misalnya, dapat mencapai lebih daripada 1 m panjangnya. Kerang raksasa berumur panjang. Jenis-jenis tertentu umumrnya dapat mencapai ratusan tahun.

Kima atau kerang raksasa ini termasuk suku Tridacnidae.  Di Indonesia ter­dapat tujuh jenis kima, yakni Tridacna gigas, T. derasa, T. squamosa, T. maxima, T. crocea, Hippopus hippopus dan H. porcellanus. Yang paling umum ditemui di alam adalah T. crocea.  Mereka hidup di terumbu karang, menancap diantara ka­rang hidup dengan bagian yang terbuka (dorsal) ke atas sehingga permukaan da­ging mantel sering nampak berwarna hijau-biru atau kuning-coklat indah. Di Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate di temukan 6 Jenis Kima yaitu Tridacna gigas, T. derasa, T. squamosa, T. maxima, T. crocea, Hippopus hippopus.

Kerang raksasa merupakan hasil laut yang bernilai ekonomi tinggi. Daging otot aduktornya mahal harganya, diperairan Asia Tenggara harganya bisa mencapai $ 35 – $142 per kilogram.  Cangkangnya pun sangat dibutuhkan, khususnya sebagai ba­han pembuat ubin teraso. Harganya dapat mencapai Rp. 35,- sampai Rp. 45,-  per kg.

Oleh karena kima sangat berharga, dimana-mana di dunia, bangsa kerang ini diburu dan dicari orang, hidup atau mati.  Perburuan kima sudah lama dilakukan orang sedemikian rupa sehingga di beberapa tempat jenis yang disukai hampir punah dibuatnya.  Lebih-lebih karena sifat hidup kima yang menancap antara ka­rang, pengambilan kima juga banyak mengakibatkan kerusakan lingkungan te­rumbu karang.

Tingginya ancaman terhadap jenis Kima ini mengharuskan adanya upaya untuk mengkonservasi jenis ini. Kegiatan perlindungan dan pengamanan untuk melakukan tindakan terhadap pelaku pengambilan biota laut dilindungi terus dilakukan dengan diiringi juga dengan kegiatan sosialisasi peraturan perundangan khususnya larangan pengambilan biota laut dilindungi. Upaya lain yang dilakukan adalah melalui kegiatan pengawetan spesies Kima yaitu dengan membuat taman kima di Pulau Tinabo sebagai bentuk konservasi, penyelamatan spesies yang diambil oleh masyarakat serta sebagai media spot edukasi sekaligus wisata bawah air.

Beberpa jenis Kima terdapat di Taman Kima ini termasuk Kima Raksasa (Tridagna gigas) yang sudah sulit ditemukan di kawasan. Selain itu adanya beberapa masyarakat yang melakukan pengumpulan Kima yang semula akan dimanfaatkan, dengan program penyadaran dan pendekatan masyarakat, maka pada tahun 2012-2013 dilakukan relokasi lebih dari 800 Kima ke lokasi yang lebih aman dan sesuai dengan habitatnya. Maka dengan program kombinasi pelibatan masyarakat untuk bersama menyadari perlunya konservasi Kima, terbentuklah Taman Kima Tinabo sebagai salah satu bagian Konservasi Kima. Selain adanya peran masyarakat dalam konservasi Kima, perlindungan spesies dilindungi, juga sebagai obyek atraksi ekowisata bahari pengenalan Jenis Kima. (Akhmadi, S.Hut, M.Si)

DSCN0699DSCN0661DSCN0684DSCN0672 Tridagna gigas 3Kima RaksasaIMG_6497