KUP Budidaya Ternak Itik Petelur “Sipakatuo” Desa Rajuni

Pembinaan KUP Ternak Itik Petelur “Sipakatuo” dilakukan bertahap dari tahun 2010 hingga tahun 2011 dengan bantuan modal awal berupa ternak itik, kandang dan perlengkapannya, pakan, dana pengelolaan aktivitas kelompok, dan biaya perbaikan kandang. Kegiatan pembinaan meliputi pelatihan kelompok, pengorganisasian modal kelompok, penataan administrasi kelompok, serta penguatan kapasitas kelembagaan kelompok. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mendukung kelancaran pencapaian pelaksanaan pendampingan agar target dapat terealisasi dengan maksimal.
Dalam pengelolaannya, aktivitas kelompok didampingi fasilitator dari Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) Kuda Laut Desa Rajuni yang sekaligus juga berperan sebagai motivator dan penggerak usaha kelompok ini. Karena masyarakat yang dibina memang masih tergolong baru terlibat aktivitas berkelompok dan berorganisasi, maka pelatihan teknis dan non teknis menjadi fokus utama dalam pembinaan tersebut.

Setelah mampu beradaptasi dengan lingkungan pesisir pantai di Desa Rajuni, itik-itik pun mulai produktif bertelur. Produksi telur yang dihasilkan selain didistribusikan/dijual ke warung-warung di sekitar Pulau Rajuni Kecil dalam bentuk telur mentah, kelompok juga menjualnya dalam bentuk telur asin, meski dalam skala kecil. Harga telur itik yang dipasarkan tidak mahal, hanya Rp. 5.000 per 3 butir telur itik mentah, hal ini dimaksudkan agar masyarakat umum di Desa Rajuni dapat menikmati telur itik dengan harga terjangkau sehingga kebutuhan giz dan proteini masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik. Hasil telur produksi KUP Sipakatuo ini juga membantu menambah pasokan telur itik bagi para pengusaha kue skala rumah tangga di Pulau Rajuni Kecil. Telur itik memang lebih diminati para ibu rumah tangga dalam membuat kue dan panganan lainnya dibandingkan telur ayam karena mampu membuat kue lebih cepat mengembang. Disini dapat dilihat bahwa selain kelompok yang diuntungkan, masyarakat dan pengusaha kue rumah tangga di Desa Rajuni juga dapat merasakan manfaatnya.

Namun, perjalanan KUP ini bukan berarti tanpa kendala. Ada berbagai permasalahan yang dihadapi kelompok mulai dari pengelolaan usaha kelompok yang tidak lancar, koordinasi antar anggota yang tidak berjalan baik, permasalahan penyakit ternak, hingga permasalahan penyediaan pakan dedak yang tidak kontinu. Namun melalui musyawarah bersama akhirnya permasalahan menemukan jalan keluarnya dengan disusunnya kesepakatan bersama.

Setelah kelompok dikelola bersama selama 2 tahun, kelompok bersepakat untuk melakukan pembagian pengelolaan ternak itik, dimana untuk memudahkan pemantauan dan pengelolaan ternak, masing-masing anggota kelompok diberikan tanggung jawab untuk mengelola ternak itik dalam skala kecil (rata-rata 5-10 ekor). Dengan model pengelolaan dan mekanisme baru tersebut, aktivitas kelompok dapat berjalan dengan lebih baik.

KUP Itik Rajuni 2011 001 KUP Itik Rajuni 2011 002 KUP Itik Rajuni 2011 004 KUP Itik Rajuni 2011 005 KUP Itik Rajuni 2011 006 KUP Itik Rajuni 2011 010 KUP Itik Rajuni 2011 016