Menginspirasi Sambil Berkonservasi di Kelas Inspirasi #2

Kelas inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja agar menjadi motivasi untuk meraih cita-cita. Tujuan dasar dari Kelas Inspirasi adalah menjadi kesempatan bagi para siswa untuk terus belajar dan membangun imajinasi tentang profesi mereka di masa depan, sebagai wahana bagi kepala sekolah dan pemangku kepentingan lain di sekolah untuk membangun jejaring yang lebih luas demi kemajuan sekolah, dan sebagai media bagi kaum professional meraba dan merasakan langsung tantangan pendidikan di sekolah serta memantik mereka untuk terus terlibat langsung dalam membangun kemajuan pendidikan secara nyata.

Kelas Inspirasi pertama kali saya bawa ke Kepulauan Selayar pada Maret 2015 lalu dengan bantuan teman-teman Kelas Inspirasi Sulawesi Selatan setelah menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi Bantaeng tahun 2014. Setelah dianggap berhasil pada Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar #1 pada Maret 2015, akhirnya Balai Taman Nasional Taka Bonerate yang sejak Maret 2015 memberi dukungan yang luar biasa meminang Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar untuk bersama menginspirasi sambil berkonservasi yang merupakan hal baru bagi Kelas Inspirasi. Hal baik harus disambut baik. Kebanggaan tersendiri untuk Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar bisa menginspirasi kembali di sekolah-sekolah yang masuk dalam kawasan Taka Bonerate sembari berkonservasi. Harus diakui bahwa garda terdepan dalam menjaga lingkungan adalah masyarakat itu sendiri dan dapat dimulai dari anak-anak kepulauan. Itulah mengapa relawan panitia yang didominasi relawan panitia Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar #1 begitu antusias mewujudkan Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar #2. Teringat satu kalimat dari relawan panitia, “Biar honor panitianya dibayar di surga.” Kalimat yang menjadi pil semangat tersendiri untuk menghadirkan para relawan meginspirasi di Kepulauan Selayar.

Relawan Kelas Inspirasi yang terdiri dari relawan pengajar, relawan fotografer, dan relawan videografer, datang dengan biaya sendiri seperti makna kata ‘relawan’. Mereka membiayai diri mereka sendiri dari daerah asal sampai ke ibu kota kabupaten dan saat kembali ke daerah asal lagi, seperti kata penggagas Kelas Inspirasi, Anis Baswedan, “Relawan tidak dibayar bukan karena tidak bernilai, tetapi karena tidak ternilai.” Namun relawan sedikit teringankan untuk biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi saat menuju dan selama di pulau kawasan Taka Bonerate karena dibantu oleh Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Jika tidak, relawan harus siap menambah biaya 2-3 juta perorang.

Berbeda pada Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar #1 yang hanya empat SD saja. Di Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar #2, dari 150 pendaftar yang mendaftarkan diri menjadi relawan via web www.kelasinspirasi.org dalam kurun waktu satu bulan saja, hanya 35 pendaftar yang bisa lulus sebagai relawan dengan pertimbangan kuota kapal menuju sekolah inspirasi yang begitu terbatas. Relawan dengan berbagai macam profesi, dokter, jaksa, polwan, sekretaris, MC, dan banyak lagi, yang berasal dari Jakarta, Solo, Bandung, Jogjakarta, Makassar, dan Kepulauan Selayar tersebut disebar ke tujuh SD pada tujuh pulau yang masuk dalam kawasan Taka Bonerate, yaitu SDN Jinato, SDN Rajuni, SDI Rajuni Bakka, SDI Latondu, SDI Tarupa, SDI Pasitallu, dan SDI Pasitallu I. Namun karena cuaca buruk, akhirnya dua sekolah terjauh yaitu Pasitallu belum bisa dikunjungi oleh relawan sehingga ini menjadi PR tersendiri untuk Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar. Namun yang paling saya syukuri adalah semangat relawan panitia dan professional yang masih terus terjaga meski kapal laut terus terombang-ambing di malam hari selama 11 jam membawa rombongan relawan untuk tiba di sekolah inspirasi. Perjalanan laut yang begitu dramatis. Sedramatis kami bersumpah pemuda di tengah laut membawa misi pendidikan sedang yang lainnya bersumpah pemuda dengan memblokade jalan sambil meneriakkan aspirasi pemuda, katanya.

Menginspirasi dengan kostum sesuai profesi untuk memotivasi di depan puluhan murid kepulauan yang pekerjaan orang tuanya dominan pelaut, murid yang lebih banyak bolos sekolah untuk melaut demi membantu keuangan keluarga, murid yang jauh dari modernisasi, menjadi tantangan tersendiri untuk relawan. Relawan juga mengajak para murid untuk menjaga lingkungan sebagai aset tempat tinggal mereka. Dari pengakuan warga, pulau yang terbelakang adalah Pulau Rajuni Bakka. Sekolah Dasar (SD) di sana atau SDI Rajuni Bakka, hanya memiliki satu guru aktif yang bertanggung jawab mengajar di enam kelas. Dari guru tersebut pulalah saya mengetahui bahwa hampir tidak ada anak-anak di sana yang lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Hati sedikit tertampar mendengar kalimat guru tersebut. Daerah yang begitu kaya, berada pada gugusan pulau yang memiliki atol terbesar ketiga di dunia, masih memiliki wajah pendidikan yang begitu memprihatinkan. Ini menjadi PR kita bersama.

Menginspirasi sambil berkonservasi. Lepas menginspirasi, relawan bersama Balai Taman Nasional Taka Bonerate berkonservasi di Pulau Tinabo melalui transplantasi karang, pelepasan tukik, perahu hias, dan ada sisipan penganugrahan relawan Kelas Inspirasi sebagai rangkaian aksi konservasi yang saya tidak tahu sebelumnya.  Ini juga bukti bahwa Kelas Inspirasi bersama Balai Taman Nasional Taka Bonerate tidak kaku menjadi bagian dalam berbagi.

Saat ini, alumni relawan Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar begitu tergelitik untuk terus melanjutkan misi pendidikan ini. Kami sedang menyusun program jangka panjang dan pendek sebagai dampak dari menginspirasi di sekolah-sekolah inspirasi. Semoga program tersebut berhasil dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Kami menantikan Anda di Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar #3.

***

Terima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu tersenggaranya Kelas Inspirasi Kepulauan Selayar.

***

Bagi saya, Kelas Inspirasi adalah candu. Sekali Anda mencicipi, maka sangat sulit untuk bisa terlepas. Namun, jangan sampai candu itu menjadi racun. Tetaplah mencandu dan menginspirasi dimana saja.

Dan saya melihat Kelas Inspirasi adalah surat cinta Tuhan untuk disampaikan kepada para murid untuk tetap belajar dan meraih cita-cita.

Salam Inspirasi!!!

Oleh : Dianika Ariatami

DSC_9358 IMG_8402 copy IMG_8424 copy IMG_8841 copy MECA4695