Mewujudkan Taka Bonerate Menjadi Taman Nasional Bertaraf Dunia

Inisiatif Pengembangan Pariwisata Alam dan International Networking

Salah satu tujuan pengelolaan kawasan Taman Nasional Taka Bonerate adalah pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan dan pariwisata. Berawal dari kajian perlunya pengembangan pariwisata dan International Networking, Balai TN Taka Bonerate menginisiasi pertemuan para pihak untuk memberikan tanggapan, serta saran dan inisiatif membangun dalam pengembangan pariwisata alam dan international networking, khususnya di Taman Nasional Taka Bonerate.

Wujud peran para pihak tertuang dalam pertemuan yang diinisiatif oleh Balai TN Taka Bonerate, bersama para pihak diantaranya dari LIPI, Direktorat PJLKKHL Kemenhut, Pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, turut hadir Kapolres Kepulauan Selayar, Dandim 1415 Kepulauan Selayar, Eco Natural Society , SSD, Kampung Penyu serta berbagai kalangan pemerhati pariwisata Kepulauan Selayar. Acara pertemuan ini berlangsung pada tanggal 23-24 April 2014 di Kantor Bupati Kepulauan Selayar. Dalam pertemuan ini yang mengambil Judul “ Workshop Pengembangan Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan International Networking” telah memberikan hasil kesepahaman untuk berupaya pengembangan jasa lingkungan khususnya bidang pariwisata bahari dan mengembangkan jejaring internasional yang lebih kuat.

Guna memperkuat inisiatif pengembangan pariwisata alam dan international networking ini para pihak, Direktur PJLKKHL dan Direktur Komite MAB Indonesia- LIPI beserta parak pihak lain turut serta dalam kunjungan lapangan yang berlangsung tanggal 24-25 April 2015 di Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate. Kunjungan tersebut diantaranya: Pertemuan dengan masyarakat Latondu dengan Kelompok Usaha Produktif Krupuk Ikan dan Abon Ikan; Pengamatan di sarana prasarana pariwisata di Pulau Tinabo. Dalam hal ini rombongan melihat langsung atraksi wisata bahari diving, snorkeling, dan atraksi bermain dengan babyshark di Tinabo. Selain itu rombongan juga melakukan atraksi konservasi yaitu pelepasan tukik di pantai Pulau Tinabo, penanaman pohon cemara (program One three one label)

Pejajakan kerjasama, promosi melalui kemitraan

Sebagai upaya tindak lanjut dari pertemuan tersebut, maka diperlukannya penjajakan kerjasama, promosi melalui kemitraan.  Sebagai upaya tindak lanjut, pihak Balai TN Taka Bonerate melakukan koordinasi dan pertemuan-pertemuan non formal bersama kelompok, LSM, dan pemerhati lingkungan dan pariwisata di tingkat lokal. Seperti dengan Eco natural, SSD ( Selayar Scuba Divers), Kampung penyu, Masyarakat Mitra Polhut TN Taka Bonerate, Kelompok Usaha Produktif di Kawasan TN Taka Bonerate. Pertemuan dan komunikasi untuk membuahkan saran atau ide-ide inisiatif yang dapat memberikan pengembangan pariwisata bahari dan jejaring internasional. Selain itu kegiatan pameran tingkat nasional, kemudian promosi dan informasi melalui media sosial dan website TN Taka Bonerate juga memberikan kesempatan kepada pemerhati untuk turut dalam sumbangsih saran dan ide-ide inisiatif tentang pariwisata alam dan jejaring internasional.

Inisiatif nominasi Cagar Biosfer bersama MAB LIPI Indonesia

Hasil dari pertemuan awal dan kelanjutanya dalam waktu yang relative singkat telah memberikan ide untuk mengikuti pengusulan kawasan TN Taka Bonerate atau bahkan Kepulauan Selayar untuk diusulkan sebagai Cagar Biosfer sekaligus menjadi bagaian dari jaringan Cagar Biosfer dunia. Untuk langkah pengusulannya maka dibentuklah tim inti terdiri dari Balai TN Taka Bonerate, MAB-Indonesia-LIPI, Dinas Kelautan dan  Perikanan Kepulauan Selayar, Bappeda Kepulauan Selayar, Direktorat PJLKKHL Kemeterian Kehutanan. Selain itu pada tingkat lokal, tim inti menjalin koordinasi dengan memberikan dukungan atas diusulkannya Taka Bonerate-Kepulauan Selayar sebagai Cagar Biosfer, termasuk pada tingkat akademisi dari UNHAS Makassar. Tim inti menyusun draft melalui kajian data sekunder terkait dengan pengelolaan kawasan serta dokumen pembangunan daerah, selain hasil pengamatan langsung di lapangan.

Belajar berkarya bersama mewujudkan Cagar Biosfer Taka Bonerate-Kepulauan Selayar

Melalui dukungan berbagai pihak baik tingkat lokal, tingkat regional dan nasional, pengusulan Taka Bonerate-Kepulauan Selayar telah memberikan nilai positif dalam kondisi komunikasi dan koordinasi para pihak. Maka dengan pengusulan ini telah dibentuk dan ditetapkan  Forum Kolaborasi pengelolaan Cagar Bisofer Taka Bonerate-Kepulauan Selayar. Dalam hal ini juga telah terselesaikannya dokumen yang menjadi syarat pengusulan cagar bisofer  yaitu Dokumen Taka Bonerate-Kepulauan Selayar Biosphere Reserve Application dan Dokumen Mamagement Plan Taka Bonerate-Kepulauan Selayar  Biosphere Reserve. Dukumen ini telah disusun melalui beberapa kali pertemuan baik di Benteng Kepulauan Selayar dan juga di Bogor bersama MAB-Indonesia-LIPI dan Kementerian Kehutanan. Selain dokumen pengelolaan dan dokumen nominasi cagar biosfer, salah satu karya hasil dari para pihak dukungan pengusulan cagar biosfer adalah sebuah karya film dokumenter tentang Taka Bonerate-Kepulauan Selayar Biosphere Reserve dan foto-foto terbaik yang akan menjadi bagian kelengkapan usulan dan akan ditayangkan pada pertemuan tingkat dunia dibawah UNESCO guna memberikan pertimbangan atas proposed dari Taka Bonerate-Kepulauan Selayar Biophere Reserve.

Deklarasi Paris Juni 2015

Ketika Tim Delegasi perwakilan Indonesia dalam pertemuan ICC (International Co-ordinating Council) MAB Programme di Paris 8-12 Juni 2015, perwakilan dari Taka Bonerate-Kepulauan Selayar telah menyaksikan serta turut serta dalam penetapan diterimanya usulan Cagar Biosfer Taka Bonerate-Kepulauan Selayar. Deklarasi ini sekaligus menjadikan Cagar Biosfer Taka Bonerate-Kepulauan Selayar menjadi bagaian dari jaringan internasional seluruh cagar biosfer dunia.  Sampai dengan pertemuan ICC di Paris 2015 ini, bahwa Taka Bonerate Kepulauan Selayar adalah Cagar Biosfer ke 10 bersama Cagar Biosfer Bromo Tengger Semeru Arjuno adalah Cagar Biosfer ke 9 di Indonesia.

Upaya kerja keras para pihak dan dukungan dari semua stake holders dan manfaat dari perlunya menjalin kemitraan dan kerjasama dalam satu karya mebuahkan hasil yang lebih baik. Namun dengan ditetapkannya Taka Bonerate-Kepulauan Selayar sebagai Cagar Biosfer, maka tugas dan amanah yang lebih berat harus diemban. Setidaknya dalam melaksanakan pengelolaan kawasan, pembangunan daerah serta kebijakan kedepan harus menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari status Cagar Biosfer Dunia. (Akhmadi, S.Hut, M.Si)