Monitoring Tutupan Terumbu Karang Di SPTN Wilayah I Tarupa Taman Nasional Taka Bonerate

LATAR BELAKANG

Terumbu karang merupakan habitat berbagai jenis biota laut yang mempunyai nilai ekonomi penting seperti pada ikan karang. Terumbu karang dominan tersusun  dari karang keras yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat berlindung bagi sebagian besar biota laut yang berasosiasi dengan terumbu karang (Arham, 2013).

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari kegiatan monitoring tutupan terumbu karang ini adalah: Melakukan kegiatan pengamatan dan pendataan substrat dasar perairan dan biota laut lainnya yang telah dilakukan sebelumnya, pada lokasi yang sama dengan tujuan untuk mengumpulkan data substrat dasar perairan,famili ikan karang dan indikator organisme terumbu karang lainnya.

METODE PELAKSANAAN KEGIATAN

Untuk mendapatkan data dan informasi  yang akurat,  maka dilakukan survey kondisi lokasi penyelaman dilakukan dengan melakukan pengambilan data terhadap dua parameter utama yaitu kondisi fisika-kimia oceanografi dan kondisi bio-ekologi oseanografi.

a. Survey Kondisi Fisika-Kimia Oseanografi.

Parameter yang diukur adalah kecepatan dan arah arus, visibility/kecerahan, suhu perairan, kadar garam dan kandungan DO yang dilaksanakan secara insitu.

b. Survey Kondisi Bio-Ekologi Oseanografi.

Survey kondisi bio-ekologi dilaksanakan dengan melakukan pengambilan data terhadap kondisi umum lokasi,  kondisi ekosistem terumbu karang, ikan dan avertebrata yang berasosiasi.

Metodologi yang dipergunakan terdiri atas dua tingkatan yaitu : metode reef check (Hodgson, G. 2000).

 

HASIL  PELAKSANAAN KEGIATAN

Tabel.  Data Kondisi Fisika Oseanografi Perairan Latondu Kecil

Parameter Perairan Latondu Kecil
Utara Timur Selatan Barat
Lintang (LS) 06° 29′ 54,0″ 06° 31′ 46,0″ 06° 32′ 56,7″ 06° 30′ 57,8″
Bujur (BT) 120 ° 57’11,3″ 120 °57’30,0″ 120 ° 55’36,6″ 120 ° 56′ 20,6″
Kedalaman (m) 5& 10 5& 10 5& 10 5& 10
Visibility (m) 15 15 13 14
Kecepatan arus (m/dtk) 5 m/ 32dtk 5 m/28 dtk 5 m/ 31dtk 5 m/ 27dtk
Arah Arus Barat Selatan Timur Selatan
Suhu (0C) 29 29 29 29
Salinitas (0/00) 31 30 31 32
Karakteristik Lokasi Slope & Edge Slope & Edge Slope & Edge Slope & Edge

 

KONDISI TERUMBU KARANG

A. Kondisi Paparan Terumbu Pulau Latondu Kecil

Sisi Utara dan selatan wilayah transek Latondu Kecil memiliki kerapatan hard coral yang cukup tinggi dengan persentase masing-masing 31,88% dan 51,25%, perputaran arus yang kuat dan letaknya di perairan terbuka, membuat kondisi terumbu karang sehat, karena banyaknya nutrisi dan mineral yang diperlukan untuk perkembang biakan terumbu karang. sedangkan tutupan hard coral terendah berada pada sisi timur dengan persentase kemunculan hanya 21,88%. Rendahnya persentase kemunculan hard coral di sebabkan karena dekat dengan pemukiman atau aktifitas masyarakat, di lokasi ini adalah jalur lalu lintas nelayan tradisional sehingga mempengaruhi pertumbuhan karang.

Persentase karang hidup tertinggi (jumlah hard coral + soft coral) berada pada sisi utara dengan persentase mencapai 81,88%, kemudian sisi selatan 67,50%, sisi barat 49,38% dan terendah adalah sisi timur 40,00%. Tingginya karang hidup sebelah utara dan sebelah selatan di sebabkan kondisi perairan yang kaya nutrisi, parameter oseanografis yang mendukung (arus, ombak dan suhu)

Secara umum kondisi kesehatan terumbu karang di rataan terumbu Latondu Kecil berada pada kategori baik dengan rata-rata persentase tutupan hidup 59,69%, berupa karang keras35,31% dan rata-rata penutupan karang lunak mencapai24,38%.

Invertebrata yang teridentifikasi dalam jumlah yang besar adalah bintang laut dan kima. Sedangkan invertebrata lainnya kemunculannya di bawah 10%, target invertebrata yang tidak di temukan adalah triton terompet.

B. Kondisi Tubir Terumbu Pulau Latondu Kecil

Lokasi survey terletak di empat sisi Pulau Latondu Kecil.  Karakteristik lokasi berupa reef slope atau tubir terumbu karang, dengan kedalaman rata-rata 7 m sd 10 m.

Kesehatan karang di sisi tubir Latondu Kecil berada pada kategori sedang, dengan persentase tutupan karang hidup 48,91%. Peningkatan kesehatan menjadi kategori baik memerlukan upaya-upaya kontinyu dari semua stoke holder yang berada di sekitar Latondu Kecil.

Invertebrata yang teridentifikasi dalam jumlah besar adalah bintang laut, kima dan udang pembersih, sedangkan jenis invertebrata dengan kemunculan di bawah10% adalah bulu babi hitam, bulu babi duri tebal, teripang dan achantaster,dan target invertebrata yang tidak di temukan adalah lobster dan triton.

KONDISI IKAN KARANG

A. Kelimpahan Individu

Hasil monitoring tutupan terumbu karang di Latondu Kecil menunjukkan bahwa populasi ikan karang di Latondu Kecil sekitar 6.600 ekor dari 24 famili, yang masing-masing dibagi ke dalam 3 kelompok besar, yaitu : ikan major, ikan indikator dan ikan target.

Pembagian jumlah dan spesies ikan ke dalam 3 kategori kelompok ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang keberadaan ikan-ikan terumbu karang berdasarkan spesies, makanan dan kebiasaan makannya, serta kepentingan manusia dalam mengeksploitasi sumber daya ikan terumbu karang.

Data menunjukkan bahwa ikan indikator memiliki populasi terbesar di bandingkan dengan ikan target dan ikan mayor dgnpopulasimencapai3497ekor

Kelimpahan Individu yang terbesar adalah Kelompok ikan indikator dengan kelimpahan 349,7/10 m2 (gambar 11.) selanjutnya di ikuti kelompok ikan mayor dan kelompok ikan target dengan masing-masing kelimpahan 219,3/10 m2 dan 91/10 m2

 

B. Indeks Dominansi (D), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Keseragaman (E).

Indeks dominansi menjelaskan jika terdapat satu atau beberapa individu yang jumlahnya besar sehingga terlihat dominan dalam suatu pulau, Indeks keanekaragaman merupakan parameter untuk mengukur besar kecilnya keanekaragaman spesies di suatu tempat pengamatan dan Indeks keseragaman menjelaskan apakah sebaran jumlah individu masing-masing spesies berlangsung secara seragam ataukah tidak.

Tabel. IndeksDominansi (D), IndeksKeanekaragaman (H’), IndeksKeseragaman (E)pada Kelompok Ikan di  Pulau Latondu Kecil.

 No. JenisIndeks  Mayor Indikator Target
1 Dominansi (D) 1,040 0,980 0,734
2 Keanekaragaman (H’) 1,274 1,594 1,719
3 Keseragaman(E) 0,580 0,725 0,960

Pada keseluruhan famili dari kelompok ikan karang di Latondu Kecil, tampaknya yang memiliki nilai Indeks Dominansi tertinggi adalah  kelompok ikan mayor dengan nilai 1,040

Indeks keanekaragaman untuk ketiga kelompok ikan karang di Latondu Kecil antara 1,274sd1,719 dimana kelompok ikan target memiliki nilai keanekaragaman yang tertinggi diantara ketigakelompokikan di atas

Indeks keseragaman pada kelompok ikan mayor di Latondu Kecil 0,580,  kelompok ikan indikator 0,725 dan  kelompok ikan target 0,960.

 KESIMPULAN.

  1. Kondisi tutupan karang pada paparan terumbu P. Latondu Kecil berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 59,69%.
  2. Kondisi tutupan karang pada tubir terumbu P. Latondu Kecil sebesar 48,91%, dan berada pada kategori
  3. Kelimpahan ikan karang sebesar 660 per 10 M2.

Penulis : Saleh Rahman, SP (PEH Muda Balai TN Taka Bonerate)

image001 image004 image005 image006 image007