Peningkatan Kapasitas MDK (Model Desa Konservasi) Balai TNTBR Gandeng Komunitas

Desa Rajuni – Desa Jinato, Kepulauan Selayar  (Senin,02 September 2019). Beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan di Desa Jinato dan pada hari Jum’at (30/08) dilaksanakan pula di Desa Rajuni Kecamatan Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar.

Peningkatan MDK di Desa Jinato

Giat ini dihadiri oleh anggota MDK (Model Desa Konservasi), penyuluh Kementerian Kelautan dan Perikanan Selayar serta dari perwakilan komunitas nitizen Genpi (Generasi Pesona Indonesia) Selayar.

Di awali dengan pembukaan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wil.1 Tarupa Raduan dengan master of ceremony (MC) oleh Renhard C Manurung. Dalam sambutannya, Raduan menyampaikan salam Kepala Balai  Faad Rudianto dan memberikan apresiasi kepada anggota MDK Masyarakat Desa Rajuni.

Suasana Pembukaan Giat MDK Desa Rajuni

Lebih lanjut Raduan mengemukakan beberapa hal penting mengenai fokus kedepan yang akan diangkat adalah wisata alam di Desa Rajuni berbasis Masyarakat melalui MDK tersebut.

Untuk itu beliau berharap kedepan anggota MDK bisa lebih memahami konsep tersebut dengan lebih mengetahui obyek daya tarik wisata di Desa Rajuni dan mengaplikasikan dalam waktu dekat ini. Balai TNTBR senantiasa berusaha untuk memfasilitasi masyarakat dalam meningkatkan kapasitas kelompok, sesuai dengan tupoksi Balai.

Materi disampaikan oleh Komunitas Genpi Selayar

Materi dilanjutkan oleh perwakilan dari Genpi Selayar, Muh. Yusran. Bertemakan tentang potensi wisata alam, materi ini sangat penting untuk diperhatikan masyarakat karena dalam paparannya, Yusran menjelaskan bagaimana menggali potensi yang ada di dalam desa dan mengembangkan sumber daya manusia yang unggul agar memiliki keahlian dan kemampuan yang diharapkan untuk kemajuan desa.

Materi ketiga oleh Fahmi Syamsuri, koordinator Polhut Balai TNTBR, tentang Penyusunan paket wisata di Desa Rajuni. Materi ini menarik karena menyangkut susunan harga paket wisata yang akan di terapkan kepada wisatawan yg berkunjung sehingga anggota MDK harus membuat paket semenarik mungkin dan konsisten.

Materi keempat oleh Syamsuriani S.Pi dan Asep Pranajaya, penyuluh dari Balai TN Takabonerate yang membawakan materi tentang Pembuatan proposal. Keduanya menjelaskan bahwa dalam pembuatan proposal hal-hal yg diperhatikan adalah unsur-unsur seperti kelembagaan yang jelas, struktur organisasi dan anggota-anggota yg aktif. Kedua adalah item-item yg diperlukan dalam mengajukan permohonan agar jelas dan dibutuhkan. Yang ketiga adalah konsistensi dalam membuat proposal, setiap proposal pasti akan diterima dan diproses tetapi perlu dipahami bahwa proposal yg diajukan tidak semua bisa di wujudkan, sehingga perlu kesabaran.

Pose bersama diakhir acara

Kemudian dilakukan praktek pembuatan proposal yang di mentori oleh Asep Pranajaya. Anggota MDK terlihat sangat antusias dalam kegiatan ini dimana mereka semua dilibatkan langsung dalam pembuatan proposal dan mereka dilatih untuk efisien mengajukan item-item yang diperlukan dalam melakukan kegiatan.

Terakhir ditutup dengan motovasi dan pesan-pesan kepala SPTN Wil.1 Raduan, memberikan semangat dan motivasi ke anggota MDK agar kedepannya Desa Rajuni dapat eksis dalam pengelolaan Wisata alam, sehingga kedepan Desa Rajuni menjadi desa model desa konservasi percontohan dalam pengelolaan wisata berbasis masyrakat.

Pengirim : Firman (Calon Polhut Pertama)

Editor : Asri (PEH Penyelia)