Peningkatanan Kapasitas Kelompok: Pelatihan Pembuatan Garam dengan Metode Rumah Prisma di Desa Tarupa – Taman Nasional Taka Bonerate

Benteng, 18 April 2021. Balai Taman Nasional Taka Bonerate pada Seksi Wilayah I Tarupa telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Garam dengan metode Rumah Prisma berlokasi di Desa Tarupa (15/4).

Selama ini, salah satu aktivitas pengawetan dan pengelolaan ikan yang banyak dilakukan oleh masyarakat lokal khususnya masyarakat Desa Tarupa yaitu, dengan cara mengeringkan ikan dengan menggunakan garam sebagai bahan baku utamanya. Hal ini dilakukan supaya ikan yang ditangkap dapat awet sebelum dijual maupun dikonsumsi secara pribadi terutama ketika tiba musim dimana nelayan tidak dapat melaut dan sulit mendapatkan tangkapan. Namun kendala yang dihadapi masyarakat adalah ketersediaan garam yang masih dipasok dari luar Selayar. Garam-garam tersebut didatangkan dari NTB (Nusa Tenggara Barat) dan atau dari Flores dengan harga yang tidak murah berkisar Rp. 130.000 – Rp. 150.000 per karung.

Melihat dan mengetahui kondisi di lapangan, Balai Taman Nasional Taka Bonerate kembali melakukan terobosan dengan melakukan peningkatan kapasitas kelompok melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Garam dengan metode Rumah Prisma, dimana kegiatan yang sama pernah dan berhasil dilaksanakan di Desa Latondu bersama kelompok Forum Peduli Laut Rajuni – Latondu.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tarupa dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Balai TN Taka Bonerate, Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si. yang didampingi oleh Kepala SPTN Wilayah I Tarupa, Raduan, S.H. Peserta pelatihan berasal dari Kelompok King San dan Kelompok Pengelola Wisata Desa Tarupa.

Dalam sambutannya kepala balai menyampaikan “Proses pembuatan garam dan rumah prisma cukup mudah dilaksanakan, dibutuhkan kekompakan dan kerjasama tim sehingga prosesnya dapat berjalan lancar, yang sulit adalah bagaimana merawat dan memelihara bangunan (rumah prisma) sehingga produksi garam dapat terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat”, tutur Faat Rudhianto dalam sambutannya.

“Melalui pelatihan ini diharapkan upaya pemenuhan kebutuhan garam secara mandiri di Desa Tarupa mendapatkan dukungan pemeliharaan dan pengembangan dari berbagai pihak khususnya pemerintah desa, dan dapat dicontoh desa-desa lain di dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate”, lanjut Faat Rudhianto sekaligus membuka acara pelatihan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh narasumber, dalam hal ini dibawakan oleh Penyuluh Kehutanan Balai TN Taka Bonerate, Asep Pranajaya, S.Pi. Di awal materinya, peserta diperlihatkan video proses pembuatan rumah prisma sampai dengan proses produksi garam yang dikelola oleh kelompok Forum Peduli Laut Desa Rajuni – Latondu. Tujuannya adalah peserta mendapat gambaran umum dari pelatihan ini. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi.

Sumber: Balai Taman Nasional Taka Bonerate