Resort Tarupa

Resort Tarupa terdiri dari Pulau Belang-Belang, Pulau Tarupa Kecil, Pulau Tarupa Besar, Taka Lamungan dan Taka Gantarang. Pulau Tarupa Besar merupakan Zona Khusus, sedangkan Pulau Belang-Belang, Pulau Tarupa Kecil, Taka Gantarang dan Taka Lamungan termasuk dalam Zona Pemanfaatan.

 Spot Tebing Gantarang2Taka Gantarang dan Taka Lamungan

Taka Gantarang menjadi salah satu zona yang telah ditetapkan oleh Balai TN Taka Bonerate menjadi Zona Pemanfaatan untuk peruntukan wisata. Pada wilayah ini terdapat beberapa spotdive yang telah sering dikunjungi oleh para wisatawan seperti Spot Tebing Gantarang, Spot Tabulate, Spot Kolam Gantarang dan Spot Lembaran Daun.

Hamparan terumbu karang di kawasan Taka Gantarang didominasi oleh karang jenis Acropora. kondisi topografi reef flat dan wall reef, kedalaman mencapai 5 – 30 meter, tingkat visibiltas berkisar 10 – 15 meter, dengan tingkat kerapatan karang mencapai 90%. Kondisi karang di sisi tebing pertumbuhannya sangat optimal, topografi dinding tubir bertangga-tangga sehingga penyelaman tidak terasa membosankan. Biota laut yang banyak ditemukan selain ikan ekonomis dan ikan hias yang beranekaragam, terdapat pula teripang langka jenis Thelenota rubranilata, Linckia laevigata, berbagai jenis molusca dan echinodermata berada diantara karang-karang disepanjang lokasi ini.

Taka Gantarang tidak hanya dikenal sebagai primadona keindahan bawah lautnya, tetapi taka ini juga dikenal dengan peristiwa bersejarahnya. Peristiwa sejarah tersebut menyebutkan Taka Gantarang menjadi tempat bertemunya pejuang dari kawasan untuk menyusun kebijakan dan peraturan serta terdapat meriam kembar yang diperkirakan berasal dari barang dagangan yang tumpah dari kapal karam milik pedagang-pedagang Cina masa lampau (History Site).

Kawasan Taka Lamungan memiliki potensi karang hidup (19,2%), padang lamun (35,1%), pasir (24,5%) dan karang mati (21,18) yang tergolong masih berimbang. Belum ditemukenali oleh petugas Balai TN Taka Bonerate potensi-potensi keindahan bawah laut sehingga kawasan ini masih kurang diminati oleh para wisatawan yang berkunjung disekitar Resort Tarupa. Potensi yang cukup menjadikan Taka Lamungan dapat menjadi peruntukan wisata karena menurut para ahli sejarah dan para orang tua kawasan ini merupakan tempat pemakaman para pejuang yang gugur dalam pertempuran.

Spot Bulu Ayam2Pulau Tarupa Kecil

Salah satu kelebihan di Resort Tarupa selain Taka Gantarang adalah Pulau Tarupa Kecil. Daratan pulau ini seluas ±6 Ha, dengan potensi karang hidup seluas 755,7 ha, karang mati 736, 5 ha, lamun 597,9 ha, pasir 1331,5 ha dan bungin 23,5 ha. Tidak terdapat penduduk di pulau ini, namun pada waktu-waktu tertentu sebahagian penduduk dari beberapa pulau terdekat menjadikan pulau ini sebagai tempat berisitirahat setelah melakukan aktivitasnya sebagai nelayan tangkap. Keistimewaan pulau ini karena dikelilingi oleh beberapa spotdive yang baru saja ditemukan oleh petugas lapangan Balai TN Taka Bonerate yaitu Spot Uka, Spot Hantu Ceria, Spot Kaldera, Spot Bulu Ayam, Spot Pinky Fish dan Spot Haemulidae.

Selain berbagai jenis ikan yang dikonsumsi dan ikan hias ditemukan diperairan ini, juga ditemukan penyu jenis sisik Eretmochelys imbricata dan penyu Hijau Chelonia mydas. Didaratan pulau ditemukan tegakan mangrove (Avicennia sp) dengan diameter antara 30 cm s/d 90 cm. Tegakan mangrove ini telah dikeramatkan oleh masyarakat, sehingga masyarakat takut untuk menebang bahkan mengambil ranting. Terbukti bahwa di tegakan hampir tidak ada bekas parang tebangan yang dilakukan oleh manusia. Selain itu masyarakat mengatakan bahwa mangrove ini sudah ada sejak nenek moyang yang pertama berlabuh di tarupa kecil ini. Spesies lain yang ditemukan diantara tegakan mangrove tersebut yaitu burung bangau (kontul putih), burung camar, kepiting laut dan sebagainya.

MANGROVE

TarupaPulau Tarupa Besar

Zona khusus dengan wilayah daratan berpenghuni dengan jumlah penduduk 1.216 jiwa yang memadati pulau seluas 6,50 km². Merupakan pusat administrasi Desa Tarupa. Secara geografis Pulau Tarupa Besar terletak pada  060 29’ 35,9” LS dan  1210 08’ 01,3” BT, dengan luas daratan sekitar ±40 Ha. Bentuk pulau memanjang Utara – Selatan dengan panjang sekitar 750 -1000 meter dan  lebar sekitar 200 m –300 m.

Bentuk topografi daratan pulau relatif datar dengan ketinggian antara 0 – 2 m di atas  permukaan laut. Tekstur daratan berupa pasir dengan profil pantai cenderung landai, hingga ke daerah tubir. Serta tidak terlindung oleh pulau-pulau sekitarnya kecuali taka-taka, terutama di sisi Timur pulau yang mendapat kondisi ekstrim pada musim timur, sehingga terjadi abrasi pantai. Daratan pulau sulit ditumbuhi jenis-jenis tumbuhan keras karena teksturnya yang berpasir dan tidak tersedianya sumber air tanah. Jenis tumbuhan yang tumbuh adalah dari jenis tumbuhan khas pantai seperti kelapa, cemara laut, ketapang, sentigi, dan semak/rumput.

Pulau ini memiliki sarana dan prasarana dasar yang lengkap walaupun continunitasnya tidak 24 jam. Sarana pendidikan hingga SMP, sarana peribadatan, sarana kesehatan dan sarana perdagangan (pasar desa), sedangkan untuk prasarana terdapat aliran listrik, air bersih, jaringan jalan paving. Air tawar yang layak konsumsi tidak terdapat di pulau ini. Sumber utama air tawar adalah air hujan dan air yang didatangkan dari luar kawasan seperti Pulau Bonerate, Pulau Kayuadi dan sebagainya. Sedang untuk keperluan non konsumsi sehari-hari (mandi, cuci), masyarakat menggunakan air tanah permukaan yang sedikit asin/asam.

Penduduk Desa Tarupa didominasi oleh etnik Bajo dan etnik Bugis, namun juga terdapat etnik Makassar, Selayar, Flores dan lain sebagainya. Interaksi sosial sehari-hari, berlangsung dengan harmonis, penduduk umumnya menggunakan bahasa Bajo dan bahasa Bugis sebagai sarana berkomunikasi. Pada umumnya mata pencaharian masyarakat Desa Tarupa adalah nelayan dan selebihnya berdagang hasil laut atau pedagang kelontong, aparat pamerintah desa, PNS guru, tenaga medis, polisi/tentara yang ditiugaskan di Desa Tarupa. Tingkat pendidikan masyarakat Tarupa umumnya tamatan SD, atau tidak tamat SD, masyarakat yang dapat menyelesaikan tingkat pendidikannya ke jenjang lebih tingggi masih sangat sedikit.

penyu sisik4Pulau Belang-Belang

Pulau Belang-Belang merupakan pulau tidak berpenghuni dengan luas ±10,14 ha. Potensi karang hidup seluas 114,08 ha, karang mati 136,08 ha, lamun 33,47 ha, dan pasir 50,76 ha. Pulau ini menjadi salah satu titik referensi batas terluar dari Kawasan TN Taka Bonerate. Terdapat potensi spot dive disekitar perairan pulau ini, sehingga pulau ini berpotensi untuk dijadikan sebagai lokasi pembangunan sarana penunjang wisata bahari. Pulau Belang-Belang bertelur bagi penyu, karena sering ditemukan banyak penyu disekitar perairan Pulau Belang-Belang pada waktu tertentu (musim kawin atau musim bertelur). Namun beberapa tahun terakhir belum lagi dilakukan monitoring populasi penyu di lokasi ini, sehingga tidak diperoleh data dan informasi lebih lanjut akan keberadaan penyu di pulau ini.