SPOT DIVE BERKARAKTER KHAS DI TAMAN NASIONAL TAKA BONERATE

Aksesibiltas rendah mempengaruhi waktu stay pengunjung pada suatu objek wisata, berdasarkan survey terhadap pengunjung, waktu stay dengan persentase tertinggi adalah kunjungan 3 hari. Walaupun demikian, beberapa diantara pengunjung hanya stay satu hari di TN. Taka Bonerate, hal ini berkaitan dengan waktu cuti personal pengunjungnya.
Nah, waktu yang singkat tersebut, akan memberi tantangan tersendiri terhadap guide lokal, bagaimana menjawab ekspektasi pengunjung dengan durasi kunjungan satu hari, “mampukah kalian tunjukkan terhadap saya 3 lokasi spot dive yang anda anggap paling bagus, dengan karakteristik berbeda”, ujar pengunjung.
“kenapa tidak”, itu yang akan terngiang oleh guide untuk memenuhi keinginan pengunjung terkait spot dive dengan karakter khas. Luas total terumbu karang di TN. Taka Bonerate adalah 220.000 Ha, untuk mencari spot dive dimaksud, tentunya bukanlah sesuatu yang sulit. Untuk mengefisienkan waktu pengunjung dengan durasi singkat, maka disusunlah itinerary bersama, dengan mengakomodir keinginan dive sebanyak 3 kali. Itinerary disusun dengan titik stay di Pulau Tinabo Besar, TN. Taka Bonerate.

 

SPOT DIVE IBEL ORANGE.

    
Spot ini menjadi pilihan pertama karena jarak tempuh dari Pulau Tinabo hanya 5 menit perjalanan dengan menggunakan kapal. Hmmm…., apa yang anda lihat di spot ini, mari kita jelajahi Bersama !
Spot ini terletak disebelah selatan Pulau Tinabo Besar (TN. Taka Bonerate), areal terumbu karang spot ini memisah dari gugusan terumbu karang Pulau Tinabo Besar, membentuk gugusan tersendiri dengan karakter geografis bawah laut berupa gundukan pasir yang ditumbuhi substrat karang, kedalaman terdangkal kurang lebih 13 meter dibawah permukaan laut. Jika dilihat dari atas kapal, maka hanya nampak bayang gundukan pasir yang terlihat samar-samar, untuk mencari lokasi ini dibutuhkan alat bantu berupa GPS (Global Positiong Search).
Pertanyaan dalam hati, terus menggelayut fikiran, “apa yang akan saya liat ditempat ini ?, apa benar lokasi spotnya disini?, bagaimana faktor keamanan menyusuri spot ini?”. Ketika anda mulai memercikkan muka air laut sebagai tanda sudah melompat dari atas kapal, memastikan seluruh group yang tergabung dalam penyelaman memberi kode “ok” sebagai tanda bersiap menyelam di spot Ibel Orange.
Pemandangan rubble (pecahan karang)diawal masuk ke spot dive makin membuncahkan keraguan terhadap keindahan yang ditawarkan spot ini, ketika seluruh penyelam sudah berada didasar laut pada titik kumpul yang diarahkan oleh guide, pelan-pelan mereka akan bergerak mengitari gundukan karang, menyusuri setiap celah keindahan yang ditawarkan, berbagai jenis ikan karang seperti butterfly fish, angel fish, humphead fish, scorpion fish, murray, grouper, trigger fish dll akan di jumpai dispot ini, karang kuping gajah (Lanthella sp) dengan warna kekuningan memenuhi ruang di setiap kayuhan fins, karang jenis acrofora, Anacrofora, Montifora, porites mengisi ruang yang lain, berasosiasi membentuk keanekaragaman jenis dalam satu kesatuan habitat. Setiap ruang perhentian akan membangun imajinasi kekaguman terhadap spot ini.
40 sd 50 menit adalah waktu yang ideal berada di spot ini, saatnya bergerak ke tempat penyelaman awal untuk melakukan safety stop dikedalaman 5 meter. Pastikan 3 menit menjadi waktu minimal diperhentian tersebut, kemudian muncul kepermukaan air, keindahan jelajah spot ibel orange menjadi topik perbincangan masing-masing divers diatas kapal.

 

SPOT DIVE CORAL GARDEN.

    
Spot ini terletak di Pulau Tarupa besar, sebelah timur dermaga desa, jarak tempuh dari spot Ibel orange dengan menggunakan kapal tradisional (joloro) sekitar 40 menit, sangat berkesesuaian dengan interval dive penyelaman pertama.
Spot ini terletak di tepi terumbu taka tarupa besar dengan karakter geografis penyelaman landai, perbedaan kedalaman disetiap kayuhan fins sangat kecil. Lokasi berada diantara 2 taka, yakni taka tarupa besar dan taka tarupa kecil, letaknya persis berada di mulut taka, sehingga arus bergerak sangat kencang diwaktu pasang naik dan pasang surut laut. Mengakses tempat ini harus memperhatikan siklus pasang surut, jika melakukan penyelaman diwaktu yang tidak tepat, maka waktu dibawah permukaan laut hanya dihabiskan untuk survive mengatasi arus tanpa memperhatikan pemandangan disekitarnya.
Interval dive telah usai, sekarang saatnya menjelajahi spot kedua yang ditawarkan oleh penyelenggara perjalanan, pertanyaan dalam benak tetap muncul walaupun telah melakukan penyelaman pertama, “Apa yang akan dilihat disini?”, “bagaimana tingkat keamanan spotnya?”, “apa mungkin lebih baik dari penyelaman pertama?”. Hmmm…. Yuk kita lakukan persiapan sekarang !, suara leader guide memecah keheningan waktu istirahat para penyelam.
Breafing dilakukan oleh guide sebelum terjun kelaut, memadukan keseragaman arah diving diperlukan untuk memastikan keselamatan pengunjung, penguasaan alat, kondisi arus, visibility, serta deskripsi singkat lokasi spot dive menjadi bagian dari materi yang disampaikan. Pemahaman secara singkat perlu direplikasi ke pengunjung untuk mendapatkan gambaran terkait lokasi penyelaman.
Satu persatu penyelam yang telah siap mulai menyentuh permukaan air, aba-aba tanda “ok” menjadi sesuatu yang ditunggu oleh para divers, kesabaran seperti hilang untuk mengetahui lebih dalam sajian spot tersebut. Penyelam mulai mengangkat inflater lebih tinggi dari kepala, suara hembusan udara yang memenuhi BCD mendominasi sesaat sebelum semuanya hilang ke bawah permukaan laut.
Leader guide telah menunggu di titik awal penyelaman, memastikan semua penyelam telah siap untuk melakukan penyelaman secara beriringan. Didepan mata terhampar terumbu karang dengan komposisi luasan pasir dan terumbu yang seimbang, karang menyatu dimasing-masing gundukan diatas pasir, membentuk populasi yang menyediakan ruang dan tempat hidup bagi makhluk laut lainnya yang aktif bergerak kesana-kemari, ikan karang mulai dari ukuran kecil sampai yang terbesar, berkelompok berdasarkan family masing-masing untuk mencari makan di sela-sela terumbu yang terhampar sempurna, karang jenis acrofora dengan percabangan cenderung kesamping sehingga tampak seperti meja tumbuh maksimal, beberapa diantaranya mencapai lebar kesamping sekitar 2 meter, begitu juga karang lunak dari jenis Xestospongia yang menyerupai gentong tanah liat, tumbuh dengan ketinggian 1 meteran, membentuk ruang besar ditengahnya. Selain itu sea fens juga menjadi bagian habitat yang menyatu di setiap gundukan karang, jenis gorgonian, isis hippuris, cirripathes spiralis dan lainnya menambah warna makin semarak.
Pemandangan tersebut tersaji dalam hamparan yang sangat luas di spot ini, ketika pandangan diarahkan kedepan, makin banyak bayangan gundukan karang yang terus mengusik rasa ingin tahu untuk mendatanginya, hal ini terus berulang sampai tidak terasa isi tabung udara tinggal 75 barr, rasa kecewa karena tidak mampu menghabiskan spot dengan sekali penyelaman sangat terasa. Dengan berat hati mengikuti arahan leader guide untuk berbalik arah menuju ke titik awal penyelaman, bergerak makin dangkal ke safety stop yang aman, berhenti selama 3 menit dengan bayangan lambung kapal diatas permukaan laut.
Semuanya naik kepermukaan dengan teriakan histeris, “Amaziiing….”, “Sempurna”, dan senyum sumringah melingkupi wajah penyelam, jelajah dispot Coral garden memberikan pengalaman menarik dan berkesan di perasaan masing-masing, tidak ingin rasanya melakukan penyelaman ketiga karena takut memory yang baru dialami terhapus dengan kesan berikutnya.

 

SPOT DIVE WALL REEF.

    
Spot berkarakter khas yang terakhir adalah wall reef, berjarak 50 menit dari spot kedua, waktu yang pas karena interval dive ke dua dan ketiga lebih lama, minimal 1 jam, hal ini untuk memastikan kegiatan penyelaman tetap aman bagi pengunjung. Spot ini terletak disebelah utara pulau Latondu Besar, berada di tepi terumbu Latondu besar dengan karakter wall, kemiringan dindingnya mencapai 90°, berada diatas kapal menyaksikan gradasi warna yang kontras antara tempat yang dangkal dengan tempat yang lebih dalam memberikan shock terapy bagi penyelam. Kengerian akibat pemandangan dalamnya laut bercampur dengan kekaguman persentase tutupan karang yang tinggi dan visibility yang jernih di spot ini.
Karakter spot ini berbeda dengan 2 spot sebelumnya, jika spot pertama dengan kondisi geografis berupa gundukan bawah laut dengan flora kharismatiknya berupa karang kuping gajah, kemudian spot kedua berupa hamparan karang yang sangat luas dan sangat landai dengan pertumbuhan karang maksimal, maka spot ketiga disajikan berupa karakter wall (dinding karang) dengan visibility sangat jernih.
Penyelaman ketiga segera dimulai, segala persiapan telah dilakukan, penggantian tabung, pengecekan equipment dive dan aksesorisnya. Briefing dilakukan disetiap spotnya sebagai salah satu standar operasional penyelaman. Arah penyelaman dilokasi ini relative mudah karena mengikuti arus disamping dinding karang , hal yang harus diwaspadai adalah netral buoyanci setiap penyelam, memastikan mereka menyelam dan berada di kedalaman yang dipersayaratkan sesuai dengan tingkatan masing-masing peserta.
Lompatan pertama memercikkan muka air di spot wall reef memberikan kesadaran kepenyelam lain bahwa sebentar lagi mereka mulai menjelajahi spot terakhir kunjungan mereka. Penyelaman dimulai dari tempat dangkal dengan kedalaman 3 meter, bergerak perlahan kearah bibir tubir terumbu, saling mengikuti menuruni dinidng karang yang terhampar memanjang, gelembung udara yang berimpitan berlomba mencapai permukaan laut, dikedalaman 15 meter para penyelam bergerak horizontal memulai petualangan di spot ini.
Didinding karang terlihat banyak cerukan yang menjorok kedalam, beberapa diantaranya berdiamater besar sehingga nampak seperti goa bawah laut, Aneka jenis karang menghiasi dinding terumbu diantaranya karang lunak kecil berbentuk cincin/tunicata, ketika dipotret dengan pencahayaan yang maksimal, maka keindahan alam bawah laut pulau Latondu terlihat sempurna dengan dominasi warna merah pada koralnya. Sea fens menjuntai melebar kesamping menambah kesan apik. Selain itu sering dijumpai fauna dengan ukuran besar di spot ini, rombongan ikan tuna berpatroli sekitar terumbu, ikan pari mengepakkan siripnya disaat melakukan perpindahan, ikan kepe-kepe membentuk pasukan yang seakan-akan membawa bendera sebagai panji kebesaran kelompok mereka, ikan hiu yang mondar-mandir memastikan home rangenya aman dari predator lain adalah pemandangan yang tersaji bagi pengunjung.Hmmm. Sungguh kaya alam Indonesia, menunggu penyelam-penyelam untuk membantu mendokumentasikan keindahan yang tersembunyi disetiap cerukan, kemudian dibagi ke komunitas selam lainnya, memastikan mereka datang untuk memperoleh pengalaman yang lebih indah di Taka Bonerate.
Pengalaman luar biasa bagi pengunjung dengan waktu stay/efektif bagi mereka yang hanya sehari, dengan menyaksikan lokasi spot dive berkarakter khas, tiga penyelaman dengan tiga karakter adalah sesuatu yang harus anda coba, “Ayo ke Taka Bonerate, selami kepingan surga tersembunyi diselatan Sulawesi” .
Teks dan Foto oleh Saleh Rahman