Menjaga Alam, Meningkatkan Kehidupan Masyarakat: Pembahasan RIK–RKT 2026 WCS-IP Taka Bonerate

Pada Selasa, 13 Januari 2026, Balai Taman Nasional Taka Bonerate menggelar rapat koordinasi strategis. Agenda utamanya adalah membahas Rencana Induk Kerja (RIK) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) untuk program WCS-IP tahun 2026. Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai, William Tengker, ini menegaskan komitmen bersama dalam menyelaraskan upaya konservasi dengan pemberdayaan masyarakat lokal.

Pertemuan ini merupakan langkah nyata dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam aksi lapangan yang terukur. Di dalamnya, tidak hanya aspek perlindungan keanekaragaman hayati yang dibahas, tetapi juga bagaimana program konservasi dapat membawa dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar kawasan. Sinergi antara ekologi dan ekonomi menjadi benang merah yang mengalir dalam setiap pembahasan.

Kepala Balai memimpin pertemuan

Hadir dalam forum tersebut perwakilan dari berbagai bidang, mulai dari Koordinator WCS-IP, Kepala SPTN Wilayah I dan II, hingga para koordinator fungsional seperti Penyuluh Kehutanan dan Polisi Kehutanan. Keberagaman peserta ini mencerminkan pendekatan kolaboratif yang diusung—konservasi bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang melibatkan masyarakat dan mitra strategis.

Pembahasan RIK dan RKT

Pembahasan berjalan dinamis, dengan fokus pada penyusunan program yang berkelanjutan. Salah satu poin penting yang mengemuka adalah bagaimana kegiatan konservasi dapat dirancang untuk sekaligus membuka peluang mata pencaharian alternatif, meningkatkan ketahanan pangan, serta memperkuat kapasitas adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim.

William Tengker dalam arahan penutupnya menekankan, “Konservasi yang baik harus memberikan manfaat ganda: melestarikan alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. RIK dan RKT 2026 harus menjadi instrumen yang menghubungkan kedua tujuan ini secara harmonis.”

Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk mempercepat finalisasi dokumen, disertai semangat untuk menjadikan Taman Nasional Taka Bonerate sebagai contoh nyata bahwa menjaga alam dan meningkatkan kehidupan masyarakat adalah dua hal yang dapat berjalan beriringan.

Teks: Asri – Humas/ PEH Ahli Muda
Foto: Taufik Hidayat – Humas

Related Posts