Benteng, 21–23 April 2026 – Sebanyak puluhan peserta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Community Development selama tiga hari. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR).
Kolaborasi ini lahir dari kerja sama antara Mitra WCS-IP dan Balai TN Taka Bonerate.

Pembukaan resmi dilakukan pada Selasa (21/4). Kepala Balai TN Taka Bonerate diwakili oleh Kepala SPTN Wilayah 1, Tamsil. Turut mendampingi, Tezar selaku Marine National Parks Senior Coordinator.
Hari pertama diisi dengan pretes dan menulis peta harapan. Peserta juga belajar peran pendampingan, komunikasi efektif, hingga teknik memotivasi perubahan perilaku. Sesi ini dibawakan oleh Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Wilayah VI Makassar, Adi Riyanto.
Peserta juga dikenalkan dengan pendekatan Sustainable Livelihood Approach (SLA) dan Participatory Rural Appraisal (PRA).
Memasuki hari kedua, materi berlanjut dengan latihan PRA kelompok. Ada pula sesi diskusi tentang GEDSI (kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial) serta isu kekerasan berbasis gender.

Simulasi menjadi fasilitator dilakukan secara bergilir. Tujuannya: menggali informasi secara partisipatif melalui FGD.
Sore harinya, peserta terjun ke lapangan. Praktik langsung dilakukan di Desa Padang atau Desa Matalalang.
Hasil dari lapangan kemudian dianalisis bersama. Kelompok kerja membuat interpretasi menggunakan kertas plano dan simbol visual.
Hari ketiga, peserta diajak memetakan pemangku kepentingan (stakeholder mapping). Topik tentang HRBA, FPIC, serta mekanisme penanganan keluhan (GRM) juga disampaikan secara daring oleh narasumber dari WCS, Jamaluddin.

Peserta belajar menemukan akar masalah. Studi kasus dua desa—Rajuni dan Tambuna—digunakan untuk latihan menyusun kerangka logis. Rencana kegiatan jangka pendek hingga panjang pun mulai dirancang. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil kerjanya.
Bimtek ditutup dengan harapan baru. Para peserta pulang dengan bekal pendekatan yang lebih sistematis dan humanis. Semua demi memperkuat peran masyarakat dalam konservasi Taman Nasional Taka Bonerate.
Teks : Asri – Humas/PEH Ahli Muda
Foto : Tim dokumentasi WCS-IP