Memahami Tipe Karang Atol dan Menjadikan Taka Bonerate Menjadi Istimewa

Alam bawah laut selalu punya cara menyihir siapa pun yang menyelaminya. Ia menyimpan cerita yang tak pernah selesai ditulis, bahkan hingga hari ini. Ambil contoh atol, gugusan karang berbentuk cincin yang mengelilingi laguna biru jernih.

Infografis tentang Atol

Bayangkan sebuah gunung vulkanik di tengah samudra. Dalam teori klasik yang dipopulerkan Charles Darwin pada 1842, karang awalnya tumbuh menempel di tepiannya (fringing reef). Ketika gunung itu perlahan tenggelam, karang terus tumbuh ke atas, membentuk penghalang (barrier reef), hingga akhirnya tersisa cincin karang dan laguna di tengahnya . Tapi sains modern memberi babak baru: ternyata pembentukan atol modern lebih dipengaruhi oleh siklus naik-turunnya permukaan air laut selama 500.000 tahun terakhir, yang mengukir dan membentuk kembali dataran karbonat luas menjadi cekungan raksasa .

pesona underwater TN Taka Bonerate

Inilah yang membuat Taman Nasional Taka Bonerate begitu istimewa. Terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kawasan ini adalah atol terbesar ketiga di dunia .

Nama Taka Bonerate sendiri berasal dari bahasa lokal. Taka berarti karang, Bone berarti pasir, dan Rate berarti di atas. Secara harfiah, “hamparan karang di atas pasir”. Julukan itu seakan merangkum seluruh keajaiban yang terhampar di hamparan seluas 530.765 hektar dengan 220.000 hektar di antaranya adalah formasi atol .

Kawanan Hiu di Pulau Tinabo

Sebagai “cincin” ekosistem, atol ini bukan hanya cantik untuk diselami. Ia adalah benteng alami yang menahan gelombang dan badai, rumah bagi ribuan spesies laut, sekaligus penyerap karbon yang membantu menjaga iklim global tetap stabil . Maka tak heran jika UNESCO menetapkannya sebagai bagian dari Cagar Biosfer Dunia pada 2015 .

Dari perjalanan panjang pembentukan atol hingga peran vitalnya sebagai penopang kehidupan, semua tersimpan dalam satu kesatuan lanskap bawah laut di Taka Bonerate. Sudah saatnya kita menjaga dan merawat salah satu warisan alam terbaik ini.

Oleh : Asri – PEH Ahli Muda

Related Posts