Malang, 12 Januari 2026 – Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Jurnal Kelautan Tropis mengungkap rahasia di balik keberhasilan habitat bayi Hiu Karang Sirip Hitam (Carcharinus melanopterus) di Taman Nasional Taka Bonerate, Sulawesi Selatan. Hasilnya? Kecepatan arus menjadi faktor penentu utama di antara berbagai parameter lingkungan yang diteliti.

Penelitian yang dilakukan di perairan Pulau Jinato dan Tinabo Besar pada Juli–Agustus 2024 ini menemukan perbedaan mencolok dalam jumlah bayi hiu yang ditemukan: hanya 3 ekor di Jinato, sementara di Tinabo Besar mencapai 207 ekor. Padahal, kedua lokasi sama-sama berada dalam kawasan konservasi.
Apa yang membuat Tinabo Besar lebih “nyaman”?
Tim peneliti dari Universitas Brawijaya dan Taman Nasional Taka Bonerate menemukan bahwa arus di Tinabo Besar lebih lambat (5,28 cm/s) dibanding Jinato (10,04 cm/s). Bayi hiu diketahui lebih menyukai perairan tenang untuk mobilitas dan perlindungan. Selain itu, kadar klorofil-a yang lebih rendah serta salinitas yang relatif lebih tinggi di Tinabo Besar juga turut mendukung kesesuaian habitat.
Parameter lain seperti suhu, pH, dan tutupan karang ternyata tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap preferensi bayi hiu dalam studi ini.

Mengapa ini penting?
Hiu Karang Sirip Hitam saat ini berstatus vulnerable dalam daftar merah IUCN. Populasi globalnya dilaporkan turun hingga 71% sejak 1970. Kawasan seperti Taka Bonerate yang berfungsi sebagai nursery ground (area asuhan) menjadi harapan besar untuk kelestarian spesies ini.
“Temuan ini dapat menjadi dasar penting bagi pengelolaan kawasan konservasi, terutama dalam menetapkan zona perlindungan berbasis data lingkungan, bukan hanya lokasi,” jelas Defri Yona, peneliti utama dalam studi ini.
Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk menyertakan aspek sosial-ekonomi dan aktivitas manusia, guna menyusun strategi konservasi yang lebih holistik.
Sumber: Sudono, C.V.A., et al. (2025). Kesesuaian Habitat Bayi Hiu Karang Sirip Hitam di Taman Nasional Taka Bonerate. Jurnal Kelautan Tropis, 28(3), 497–507.
Tertarik memahami lebih dalam tentang konservasi hiu? Ayo Ke Taman Nasional Taka Bonerate!
Penulis : Asri – Humas/ PEH Ahli Muda