Benteng, Kepulauan Selayar – Balai Taman Nasional Taka Bonerate bersama mitra Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP) menyelenggarakan kegiatan Pengenalan dan Pelatihan Marxan pada 10–13 Agustus 2026 di Selayar.
Kegiatan ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) fungsional serta tim spasial Balai TN Taka Bonerate.

Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas staf dalam mengoperasikan GIS dasar dan Marxan, serta memahami prinsip perencanaan konservasi sistematis.
Para peserta juga diharapkan mampu menghasilkan database spasial terintegrasi yang memuat data ekologi, sosial-ekonomi, dan budaya.

Tak hanya itu, kegiatan ini merumuskan rekomendasi skenario zonasi baru dengan bentuk blok sederhana guna memudahkan implementasi tata kelola.
Target lainnya adalah peningkatan cakupan perlindungan ekosistem di zona inti serta peminimalan konflik ruang.
Selama empat hari, peserta mengikuti beragam materi dan praktik, mulai dari perencanaan ruang laut, kriteria desain kawasan konservasi, hingga pengantar GIS dan cara kerja Marxan.

Mereka juga berdiskusi mengenai penentuan target fitur konservasi dan biaya, serta menganalisis berbagai skenario zonasi.
Di akhir pelatihan, tersusun draft rezonasi Taman Nasional Taka Bonerate sebagai langkah awal menuju penetapan zonasi baru.
Kepala Balai TN Taka Bonerate, William Tengker menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Menurutnya, pendekatan berbasis data dan pengambilan keputusan spasial sangat penting bagi pengelolaan kawasan konservasi laut terbesar di Indonesia Timur.

Kolaborasi Balai TN Taka Bonerate dan WCS-IP telah berlangsung lama dan memberikan kontribusi signifikan bagi upaya konservasi di kawasan tersebut.
Dengan pelatihan ini, diharapkan pengelolaan Taman Nasional Taka Bonerate semakin efektif dan berkelanjutan.
Sumber Teks & Foto : Asri – Humas/ PEH Ahli Muda