Rapat Pembahasan Draf Kajian Resor: Kepala Balai Tekankan Efektivitas dan Data Valid

Benteng – 14/09/2026. Balai Taman Nasional Taka Bonerate menggelar rapat pembahasan draf dokumen hasil kajian wilayah kerja resor. Rapat berlangsung Senin, 14 September 2026, pukul 09.30–11.30 WITA, di Ruang Rapat Balai TN Taka Bonerate. Kegiatan digelar secara hybrid melalui Zoom.

Penyampaian draf hasil kajian

Peserta rapat meliputi para Kepala Resor, koordinator tim kerja, serta tim penyusun.

Rapat dibuka dan diarahkan langsung oleh Kepala Balai, William DT Tengker. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa resor merupakan unit pengelolaan terkecil yang mendukung pengelolaan kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati. Karena itu, penetapan resor dan wilayah kerjanya harus mempertimbangkan efektivitas. Kesesuaian antara kondisi wilayah kerja dan kemampuan pengelolaan yang tersedia menjadi kunci.

William juga meminta tim penyusun menjaga objektivitas dan kelengkapan data. Dokumen ini akan menjadi bahan usulan kepada Dirjend KSDAE. Setelah disetujui, wilayah kerja resor akan ditetapkan oleh Kepala Balai TN Taka Bonerate.

Dalam draf yang dibahas, evaluasi efektivitas menggunakan metode skoring. Tahapannya mencakup penetapan kriteria dan indikator, penentuan passing grade, serta rekomendasi wilayah kerja resor terpilih. Kajian ini juga mencakup persiapan, pengumpulan data, evaluasi efektivitas, hingga penyusunan profil resor terpilih.

Penyampaian masukan

Hasil sementara menunjukkan delapan resor dinilai. Tujuh resor masuk kategori efektivitas tinggi. Satu resor, Tarupa Kecil, memperoleh skor 88 dan berada pada kategori efektivitas sedang.

Meski telah melewati passing grade, Tarupa Kecil masih perlu pembenahan. Indikator perbandingan luas wilayah kerja resor dengan luas kawasan serta ketersediaan kualifikasi SDM menjadi catatan utama. Kepala Balai meminta rekomendasi untuk resor ini disertai langkah perbaikan yang terukur.

Daftar usulan Resor

Sebagai tindak lanjut, tim penyusun diminta segera menyempurnakan draf. Targetnya, dokumen siap diajukan ke Ditjen KSDAE dan ditetapkan sebagai wilayah kerja resor. Rapat ditutup dengan kesepakatan tindak lanjut dan tenggat penyempurnaan dokumen.

Sumber Teks & Foto : Asri – PEH Ahli Muda

Related Posts